IHSG Terkoreksi 0,64 Persen ke 6.091,39, Sentimen Global Iran-AS dan Mundurnya Gubernur BI Jadi Beban

Penulis: Ahmad Syukri  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 21:03:01 WIB
IHSG ditutup melemah 0,64 persen ke level 6.091,39 pada perdagangan Rabu, dipengaruhi sentimen konflik Iran-AS dan pengunduran diri Gubernur BI.

JAKARTA — Pasar modal Indonesia bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan Rabu. Indeks LQ45 yang mengukur pergerakan 45 saham unggulan juga ikut tertekan, turun 1,51 poin atau 0,25 persen ke level 606,52.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan IHSG terbebani oleh sentimen dari eksternal dan internal secara bersamaan.

Konflik Iran-AS Kembali Memanas di Timur Tengah

Dari mancanegara, bursa Asia bergerak variatif setelah Iran menembakkan rudal balistik ke posisi militer AS di kawasan Timur Tengah. Militer AS mengaku berhasil mencegat serangan mendadak tersebut, tetapi ketegangan kembali meningkat setelah jeda sementara.

Di sisi lain, militer AS bersama pasukan Saudi melakukan serangan di Irak yang menargetkan kelompok militan pendukung Iran. Di Selat Hormuz, Iran menolak proposal Oman untuk berbagi kendali jalur pelayaran strategis itu dan bersikeras jalur masuk serta sebagian jalur keluar tetap di bawah kendali Teheran.

Pelaku pasar saat ini juga menantikan keputusan kebijakan moneter bank sentral AS atau FOMC The Fed. Probabilitas sebesar 67,9 persen memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Mundurnya Gubernur BI dan Respons Lembaga Pemeringkat

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada mundurnya secara mendadak Gubernur Bank Indonesia. Tiga lembaga pemeringkat kredit global — Moody's Ratings, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings — memberikan atensi khusus terhadap peristiwa ini.

"Pandangan dari lembaga tersebut tentunya ini menjadikan kehati-hatian pelaku pasar yang cenderung wait and see menantikan pemimpin definitif BI yang kredibel," ujar Nico.

Lembaga pemeringkat tersebut menyoroti kredibilitas kebijakan moneter, independensi bank sentral, serta konsistensi arah kebijakan ekonomi sebagai faktor penentu dalam menjaga kepercayaan pasar.

Properti dan Industri Paling Terpuruk, Dua Sektor Bertahan Hijau

Berdasarkan data IDX-IC, sebanyak delapan dari sepuluh sektor saham melemah. Sektor properti menjadi yang paling tertekan dengan koreksi hingga 2,49 persen, disusul sektor industri yang turun 2,44 persen dan sektor transportasi & logistik yang melemah 1,69 persen.

Hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau: sektor barang konsumen primer naik tipis 0,19 persen dan sektor kesehatan menguat 0,06 persen.

Volume Transaksi dan Pergerakan Bursa Regional

Sepanjang hari, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.955.000 kali transaksi dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 38,80 miliar lembar senilai Rp22,95 triliun. Sebanyak 186 saham ditutup menguat, 494 saham melemah, dan 285 saham stagnan.

Saham-saham dengan penguatan harga terbesar antara lain MGNA, DWGL, ECII, NEST, dan BACH. Sementara itu, saham ELPI, MPRO, MCAS, BAJA, dan KOBX menjadi lima besar yang mengalami pelemahan terdalam.

Di bursa regional, indeks Nikkei Jepang melemah 1,03 persen ke 61.724,00, sementara indeks Shanghai China menguat 0,40 persen ke 3.828,47. Indeks Hang Seng Hong Kong melesat 1,96 persen ke 25.807,92, sedangkan Kospi Korea Selatan ambles 5,98 persen ke 5.663,24. Indeks Strait Times Singapura ditutup menguat 1,57 persen ke 5.704,54.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top