JAMBI — Laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 menjadi ujian pertama bagi skuad asuhan John Herdman. Timnas Indonesia akan menjamu Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/6/2026) malam WIB. Kemenangan mutlak menjadi target, namun sejarah menunjukkan Kamboja bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada fase grup Piala AFF 2022, 23 Desember, di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Indonesia yang saat itu dilatih Shin Tae-yong langsung tancap gas. Baru tujuh menit, umpan silang Pratama Arhan diselesaikan dengan baik oleh Egy Maulana Vikri untuk membuka keunggulan.
Namun, keunggulan cepat itu tidak membuat Kamboja ciut. Tim tamu yang didampingi Keisuke Honda justru menyamakan skor delapan menit kemudian melalui tandukan Sareth Krya memanfaatkan sepak pojok. Skor 1-1 bertahan hingga pertengahan babak pertama.
Garuda baru bisa kembali memimpin pada menit ke-35. Serangan balik cepat dari Marselino Ferdinan berujung umpan matang yang diselesaikan tenang oleh Witan Sulaeman. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua menjadi milik Indonesia. Pasukan Angkor dikurung di area sendiri, dan peluang emas berguguran. Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman masing-masing mendapat kesempatan one-on-one, namun penyelesaian akhir kembali menjadi momok. Hingga peluit panjang, tak ada gol tambahan. Indonesia menang 2-1, tetapi dengan efisiensi yang buruk — dominasi penguasaan bola dan jumlah tembakan tidak menghasilkan skor lebih besar.
Catatan itu menjadi perhatian serius bagi John Herdman. Pelatih asal Inggris itu tahu bahwa Kamboja edisi 2026 bukan tim yang sama. Tim tamu kini diperkuat banyak pemain naturalisasi dari Afrika, Brasil, dan Jepang. Buktinya, Kamboja hanya kalah tipis 1-2 dari Singapura pada Jumat (24/7) lalu.
“Kami melihat Kamboja bermain. Mereka adalah tim yang terorganisasi dan sangat disiplin. Mereka akan menjadi lawan yang sulit,” ujar John Herdman dalam konferensi pers jelang laga.
Laga melawan Kamboja bukan sekadar ujian pertama, tapi juga momentum membuktikan bahwa Timnas Indonesia telah belajar dari masa lalu. Masalah penyelesaian akhir yang menghantui di SUGBK 2022 harus tuntas. Jika tidak, rekor tak terkalahkan yang sudah puluhan tahun itu bisa terancam.