SUNGAI GELAM — Perpustakaan MAN 1 Muaro Jambi tak lagi sekadar tempat meminjam buku. Dalam beberapa pekan terakhir, siswa kelas XII A rutin berkumpul di sana untuk belajar kelompok, terutama mata pelajaran Matematika yang membutuhkan latihan berulang. Mereka datang membawa buku pelajaran, lembar latihan, dan alat tulis, lalu duduk berkelompok sambil berdiskusi.
Setiap kelompok tampak aktif bertukar pendapat soal-soal yang dianggap sulit. Beberapa siswa membuka buku referensi matematika, sementara yang lain mencatat rumus-rumus penting. “Kami mengerjakan soal latihan Matematika yang diberikan guru. Kalau ada materi yang belum dipahami, kami mencari referensi di perpustakaan agar lebih mudah menemukan jawabannya,” ujar Akbar Tanjung, salah seorang siswa kelas XII A.
Menurut Akbar, belajar bersama membuat setiap anggota kelompok saling membantu saat mengalami kesulitan. Ia juga merasa lebih termotivasi karena teman-temannya memiliki semangat yang sama. Kebiasaan ini diharapkan bisa meningkatkan hasil belajar seluruh siswa di kelas.
Akbar menambahkan bahwa perpustakaan memiliki banyak koleksi buku yang sangat membantu. Ia sering menemukan penjelasan lebih rinci dibandingkan hanya mengandalkan buku paket. Diskusi bersama teman juga memudahkan pemahaman rumus dan langkah penyelesaian soal. “Belajar secara kolaboratif memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan belajar sendiri di rumah,” katanya.
Guru mata pelajaran Matematika memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Secara tidak langsung, guru menyampaikan bahwa kebiasaan mencari referensi tambahan merupakan indikator meningkatnya kemandirian belajar. Diskusi kelompok dinilai melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama antarsiswa. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di berbagai fasilitas madrasah.
Pihak perpustakaan MAN 1 Muaro Jambi menyambut positif peningkatan kunjungan siswa. Pengelola menilai kesadaran membaca dan mencari referensi terus bertambah. Berbagai koleksi —buku pelajaran, ensiklopedia, buku penunjang— disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar. Kehadiran siswa yang aktif menjadi bukti perpustakaan telah berfungsi sebagai pusat sumber belajar di madrasah.
Melalui kegiatan belajar bersama di perpustakaan, siswa kelas XII A menunjukkan bahwa keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh proses di kelas, tetapi juga kemauan mencari ilmu secara mandiri. Sinergi antara siswa, guru, dan pengelola perpustakaan menciptakan lingkungan belajar yang aktif, nyaman, dan produktif. Madrasah berharap kebiasaan positif ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi kelas lainnya.