JAMBI — Gugatan dilayangkan OneBSG ke otoritas ketenagakerjaan Kanada pada pekan lalu. Serikat pekerja itu menuding Bethesda, anak perusahaan Microsoft, melanggar aturan PHK di provinsi Quebec saat memberhentikan karyawan di studio Montreal.
Menurut pernyataan resmi OneBSG di platform Bluesky, manajemen Bethesda awalnya berjanji bahwa para pekerja akan tetap dipekerjakan hingga September 2026. Janji itu diberikan sambil perusahaan bernegosiasi soal pesangon dengan serikat pekerja.
Namun, di akhir pekan yang sama, perusahaan justru mengirimkan surat pemutusan hubungan kerja. Isinya, tawaran pesangon hanya sebatas minimum yang diatur undang-undang tanpa kompensasi tambahan.
OneBSG mengungkapkan kronologi kejadian secara detail. Pada awal Juli 2026, manajemen Bethesda Montreal menggelar pertemuan dengan perwakilan serikat. Dalam pertemuan itu, perusahaan menyatakan akan mempertahankan seluruh karyawan hingga September sambil merundingkan paket pesangon kolektif.
“Para pekerja diberi tahu akan tetap bekerja sampai September sementara perusahaan menegosiasikan pesangon dengan serikat kami,” tulis OneBSG dalam pernyataannya.
Kurang dari sepekan setelah pertemuan itu, Bethesda mengirimkan surat PHK. Isinya menawarkan “jumlah minimum yang diatur undang-undang” untuk pesangon. Serikat pekerja menilai langkah ini sebagai pelanggaran serius terhadap kewajiban berunding dengan itikad baik.
Ini bukan kasus hukum pertama yang dihadapi Microsoft terkait PHK massal. Sebelumnya, Communication Workers of America (CWA) juga menuduh Microsoft melakukan praktik tawar-menawar dengan itikad buruk. Tuduhan itu diajukan atas nama karyawan di Amerika Serikat dan Kanada.
Gelombang PHK di divisi Xbox merupakan bagian dari rencana restrukturisasi besar-besaran Microsoft. Perusahaan memangkas lebih dari 3.000 posisi di seluruh dunia sejak pertengahan 2026. Bethesda Montreal menjadi salah satu studio yang paling terdampak.
Bethesda adalah studio di balik waralaba game populer seperti Fallout dan The Elder Scrolls. PHK ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar soal masa depan seri tersebut. Manajemen Bethesda telah memberikan pernyataan mengenai jadwal rilis game-game berikutnya pasca-PHK, namun detailnya masih terbatas.
OneBSG mendesak Microsoft untuk bertanggung jawab. Serikat pekerja meminta publik yang prihatin dengan perlakuan terhadap pekerja Bethesda Montreal untuk menyampaikan keluhan langsung ke Microsoft melalui portal feedback resmi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Microsoft dan Bethesda belum memberikan tanggapan resmi atas gugatan yang diajukan OneBSG.