JAMBI — Hari kedua kegiatan Peningkatan Kompetensi Bendahara UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menghadirkan narasumber dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI. Acara yang berlangsung pada 22–23 Juli 2026 ini menjadi forum strategis bagi para bendahara untuk memperdalam pemahaman soal akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Narasumber dari Itjen Kemenag, Hendi Diyanto, S.H.I., M.M., membawakan dua materi utama. Pertama, Peta Risiko dan Kerentanan Tata Kelola Kebendaharaan. Kedua, Tata Kelola dan Audit Keuangan Badan Layanan Umum (BLU).
Dalam pemaparannya, Hendi menekankan bahwa bendahara memiliki peran strategis dalam menjaga akuntabilitas keuangan negara. Ia menguraikan risiko yang bisa muncul sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, hingga pertanggungjawaban.
"Dengan memahami peta risiko dan potensi kerentanan, bendahara diharapkan mampu melakukan langkah-langkah mitigasi sehingga dapat meminimalkan terjadinya kesalahan maupun penyimpangan," jelas Hendi di hadapan peserta.
Pada sesi kedua, peserta diajak mendalami prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan BLU. Hendi juga menjelaskan ruang lingkup pemeriksaan auditor dan aspek-aspek yang dinilai dalam kepatuhan, efektivitas, serta akuntabilitas.
Materi ini relevan karena UIN STS Jambi mengelola dana yang tidak hanya berasal dari APBN, tetapi juga dari layanan publik yang masuk dalam skema BLU. Transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci agar tidak terjadi penyimpangan.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari di lingkungan UIN STS Jambi. Masukan langsung dari narasumber—yang memiliki pengalaman pengawasan di lingkungan Kemenag—menjadi nilai tambah tersendiri.
Beberapa pertanyaan menyangkut teknis pencatatan transaksi harian hingga kendala dalam menyusun laporan pertanggungjawaban yang sesuai standar audit.
Melalui kegiatan ini, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berharap seluruh bendahara semakin memahami pentingnya penerapan tata kelola keuangan yang baik. Targetnya, mereka mampu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko, serta menjalankan tugas sesuai peraturan perundang-undangan.
Peningkatan kompetensi ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang profesional, transparan, dan berintegritas. Tidak hanya sekadar seremonial, kegiatan ini diharapkan berdampak langsung pada kualitas pelaporan keuangan di masa mendatang.