JAMBI — Samsung Galaxy Buds Core resmi dijual di Indonesia dengan banderol Rp799.000, menempatkannya sebagai TWS termurah dari lini Samsung saat ini. Produk ini menyasar pengguna yang menginginkan ekosistem Samsung dengan fitur esensial, tanpa harus merogoh kocek untuk seri Buds FE atau Buds Pro. Saya sudah mencoba langsung perangkat ini selama beberapa hari untuk melihat apakah potongan harga berarti potongan fitur yang signifikan.
Samsung mengadopsi desain ikonis Galaxy Buds generasi pertama — bentuk bulat tanpa tangkai, body glossy, dan wingtip silikon di bagian atas. Bagi yang pernah pakai Buds seri lawas, bentuk ini tentu sudah tidak asing. Secara ergonomis, earbud ini nyaman dipakai berjam-jam karena bobotnya ringan dan pas di concha telinga.
Namun, wingtip di eartips bisa jadi masalah. Desain ini membantu mengunci posisi earbud agar tidak mudah lepas saat olahraga, tapi tidak semua bentuk telinga cocok. Beberapa pengguna mungkin merasa wingtip-nya terlalu menekan atau justru longgar. Samsung menyediakan beberapa ukuran eartip dan wingtip di dalam kotak, jadi eksperimen wajib dilakukan.
Dengan sertifikasi IP54, Galaxy Buds Core aman dari debu dan cipratan air, cocok untuk aktivitas outdoor ringan. Charging case-nya sendiri terasa agak tebal dan sederhana, tidak ada fitur wireless charging di harga ini.
Fitur utama yang menjadi daya tarik adalah Active Noise Cancelling (ANC). Di harga Rp799.000, kehadiran ANC sudah menjadi nilai jual tersendiri. Dalam pengujian, ANC pada Buds Core mampu meredam suara frekuensi rendah seperti dengung AC atau suara mesin kendaraan. Suara percakapan atau klakson masih terdengar, tapi cukup teredam untuk membuatmu lebih fokus saat bekerja di kafe atau naik transportasi umum.
Saya membandingkannya dengan Galaxy Buds3 FE yang harganya lebih tinggi. Perbedaannya cukup terasa: ANC Buds Core tidak sekencang dan tidak selebar frekuensi yang diredam oleh Buds3 FE. Untuk ukuran harga, ini wajar. Mode Ambient Sound juga tersedia, berguna saat kamu perlu mendengar suara sekitar tanpa melepas earbud.
Samsung membekali Buds Core dengan driver yang menghasilkan signature suara cenderung bass-forward. Saat mendengarkan lagu dengan genre pop, EDM, atau hip-hop, bass-nya terasa menghentak dan cukup memuaskan untuk harga segini. Vokal dan instrumen high-end tidak terlalu detail, tapi masih terdengar jelas dan tidak pecah di volume tinggi.
Pengguna bisa mengatur equalizer melalui aplikasi Samsung Wearable. Beberapa preset seperti "Bass Boost" atau "Dynamic" bisa mengubah karakter suara sesuai selera. Untuk podcast atau meeting online, suara terdengar natural dan cukup jernih berkat sistem tiga mikrofon yang menangkap suara dengan baik.
Klaim pabrikan menyebutkan total pemutaran hingga 35 jam dengan ANC mati, atau 20 jam dengan ANC aktif. Dalam pemakaian harian — campuran ANC aktif dan pasif, volume 60% — saya mendapatkan sekitar 18-20 jam total sebelum harus mengisi ulang case. Angka ini cukup untuk penggunaan commute dan kerja selama seminggu dengan sekali charge.
Earbud sendiri bertahan sekitar 5-6 jam per pengisian dengan ANC aktif, dan case membutuhkan sekitar 1,5 jam untuk penuh via kabel USB-C. Tidak ada fitur fast charging yang berarti, tapi ini standar di kelas entry-level.
Galaxy Buds Core adalah pilihan tepat untuk pengguna yang mencari TWS entry-level dengan fitur ANC tanpa harus merogoh kocek lebih dari Rp1 juta. Produk ini sangat cocok untuk pemilik smartphone Samsung yang menginginkan integrasi mulus, atau siapa pun yang prioritas utamanya adalah peredaman bising dasar dan suara dengan bass menghentak.
Sebaliknya, jika kamu menginginkan kualitas panggilan superior, desain modern dengan tangkai, atau ANC yang benar-benar meredam semua suara, ada baiknya menabung untuk Galaxy Buds3 FE atau seri Buds Pro. Galaxy Buds Core adalah produk yang jujur pada harganya: tidak sempurna, tapi memberikan apa yang dijanjikan.