JAMBI — Rencana ekspansi ini diungkapkan langsung oleh CEO Honda, Toshihiro Mibe, dalam wawancara dengan harian Yomiuri Shinbun pekan lalu. Mibe menegaskan bahwa strategi produksi Honda berpegang pada prinsip dasar: memproduksi di tempat yang memiliki permintaan tinggi.
"Saya ingin meningkatkan jumlah penjualan di Amerika Utara secara signifikan," ujar Mibe. "Ide dasarnya adalah memproduksi di tempat yang ada permintaan."
Jika terealisasi, fasilitas baru ini akan menjadi pabrik kedelapan Honda di kawasan Amerika Utara. Langkah ini menunjukkan komitmen Honda untuk memperkuat rantai pasok lokal, mengurangi ketergantungan pada impor, dan merespons permintaan konsumen yang terus tumbuh.
Keputusan ini juga selaras dengan tren global di mana produsen otomotif semakin memilih memproduksi kendaraan di dekat pasar utama mereka. Dengan tambahan pabrik, Honda bisa lebih fleksibel menyesuaikan volume produksi dengan fluktuasi permintaan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Angka 40% dari total penjualan global menjadikan Amerika Utara sebagai motor utama pendapatan Honda tahun lalu. Kawasan ini mengungguli pasar-pasar besar lain seperti China, Jepang, dan Asia Tenggara dalam hal kontribusi terhadap pendapatan korporasi.
Keuntungan yang diraih dari penjualan model-model populer seperti Honda CR-V, Accord, dan Civic di Amerika Utara memberikan modal kuat bagi Honda untuk mendanai investasi pabrik baru dan pengembangan kendaraan listrik di masa depan.
Hingga saat ini, Honda belum mengumumkan lokasi pasti atau jadwal pembangunan pabrik kedelapan tersebut. Spekulasi awal mengarah pada negara bagian di Amerika Serikat bagian selatan atau Meksiko, yang selama ini menjadi basis produksi utama Honda di kawasan itu.
Yang jelas, pernyataan Mibe ini menjadi sinyal kuat bahwa Honda tidak hanya bertahan, tetapi berniat memperkuat dominasinya di pasar yang paling menguntungkan. Keputusan final kemungkinan akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang setelah kajian kelayakan dan negosiasi dengan pemerintah setempat rampung.