Realisasi FLPP di Jambi Tembus 3.287 Unit Rumah hingga Juli 2026, Bank Salurkan Rp391,5 Miliar

Penulis: Ahmad Syukri  •  Senin, 20 Juli 2026 | 22:36:01 WIB
Realisasi FLPP di Jambi mencapai 3.287 unit rumah hingga Juli 2026 dengan penyaluran dana Rp391,5 miliar oleh delapan bank.

JAMBI — Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jambi Tunas Agung Jiwa Brata mengatakan capaian tersebut mencerminkan minat tinggi masyarakat berpenghasilan rendah terhadap kepemilikan rumah bersubsidi. Program FLPP didukung 420 pengembang dan delapan bank penyalur yang bekerja sama menyediakan akses pembiayaan.

Dukungan 420 Pengembang dan Delapan Bank Penyalur

Penyaluran FLPP di Jambi melibatkan jaringan luas. Delapan bank penyalur dan 420 pengembang aktif menyediakan akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tunas menyebut kolaborasi ini menjadi kunci realisasi yang optimal.

"Kita lihat dari data ini, artinya daya beli masyarakat terhadap sektor perumahan masih cukup baik dan program FLPP masih berjalan dengan baik di Provinsi Jambi," kata Tunas di Jambi, Senin.

Efek Berganda: Konstruksi dan Tenaga Kerja Ikut Bergerak

Pelaksanaan FLPP tak hanya memberi manfaat langsung bagi penerima rumah subsidi. Tunas menjelaskan, pembangunan perumahan mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, menyerap tenaga kerja, serta meningkatkan permintaan bahan bangunan dan industri pendukung.

"Industri yang mendukung sektor perumahan juga ikut bergerak, dari sisi tenaga kerja ada penyerapan, kemudian kebutuhan bahan bangunan juga tetap berjalan, ini merupakan sinyal yang cukup baik bagi perekonomian daerah," ujarnya.

Target Nasional 3 Juta Rumah dan Harapan Peningkatan

Pemerintah pusat menargetkan pembangunan tiga juta rumah secara nasional. Tunas berharap realisasi FLPP di Jambi terus meningkat agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh akses terhadap rumah layak huni. Ia menilai hal ini sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi FLPP di Jambi menunjukkan tren positif. Program pembiayaan rumah bersubsidi ini dinilai masih berjalan optimal dan menjadi indikator bahwa kebutuhan hunian layak di daerah masih tinggi.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top