MUARO JAMBI — Capaian rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas di Kabupaten Muaro Jambi menunjukkan tren positif meski tipis. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut naik 0,02 tahun atau 0,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 8,7 tahun.
Dalam lima tahun terakhir, RLS Muaro Jambi meningkat 0,15 tahun atau 1,75 persen. Meski begitu, angka ini menandakan bahwa rata-rata penduduk hanya menempuh pendidikan hingga kelas VIII atau dua tahun pertama jenjang SMA.
Dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi, Muaro Jambi menempati urutan keempat. Posisi tertinggi diduduki Kota Jambi dengan RLS 11,59 tahun, setara dengan lulusan SMA kelas III atau awal diploma. Disusul Kota Sungai Penuh 10,75 tahun dan Kabupaten Kerinci 8,76 tahun.
Di bawah Muaro Jambi, terdapat Kabupaten Bungo dengan RLS 8,61 tahun. Sementara itu, posisi paling rendah adalah Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang hanya mencapai 7,71 tahun atau setara kelas VII SMP.
Capaian Muaro Jambi juga masih di bawah rata-rata nasional yang sebesar 9,07 tahun pada 2025. Artinya, secara nasional, rata-rata penduduk Indonesia usia 25 tahun ke atas sudah menempuh pendidikan hingga kelas IX atau tahun ketiga SMP.
Kesenjangan ini menunjukkan perlunya intervensi kebijakan di tingkat daerah. Upaya seperti program afirmasi pendidikan bagi warga putus sekolah atau perluasan akses ke jenjang menengah atas bisa menjadi prioritas Pemkab Muaro Jambi ke depan.
Di kawasan timur Provinsi Jambi yang meliputi Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat, angka RLS masih tergolong rendah. Dari tiga kabupaten tersebut, hanya Muaro Jambi yang masuk empat besar provinsi.
Kondisi ini kerap dikaitkan dengan konsentrasi penduduk di sektor pertanian dan perkebunan yang secara historis kurang mendorong partisipasi sekolah hingga jenjang menengah atas. Pemerintah daerah pun dihadapkan pada tantangan memperluas akses pendidikan di wilayah pedesaan dan pesisir.