SAROLANGUN — Distribusi air bersih tahap awal baru menjangkau RT 16 dan sejumlah area sekitarnya. Direktur PDAM Tirta Seko Betua, Mulyadi, mengatakan sumur bor yang dioperasikan memiliki kapasitas sekitar 300 liter per waktu tertentu.
“Kalau ini tidak cepat ditanggapi, nanti akan semakin sulit ketika musim kemarau tiba. Saat ini sumur bor tersebut hanya dapat menjangkau RT 16 dan beberapa area sekitarnya,” ujar Mulyadi saat dikonfirmasi pada Senin (20/7/2026).
Mulyadi menjelaskan pendistribusian air belum bisa menjangkau seluruh wilayah terdampak. Penyebabnya, armada truk tangki yang dimiliki perusahaan sudah beroperasi di luar kapasitas normal.
“Langkah-langkah yang kami lakukan pertama adalah mengantarkan air dari sumur bor di Patok 16. Kapasitasnya sekitar 300, jadi itulah yang kami kirimkan. Distribusi terbatas karena kondisi perusahaan juga sedang tidak baik-baik saja,” jelasnya.
PDAM Tirta Seko Betua saat ini hanya mengandalkan satu titik sumur bor aktif di Patok 16, Kecamatan Singkut. Sumber air lain belum bisa difungsikan karena keterbatasan anggaran operasional perusahaan daerah.
Mulyadi berharap masyarakat bisa memahami kondisi yang ada dan mulai menghemat pemakaian air selama musim kemarau. Ia juga meminta dukungan tambahan dari pemerintah daerah agar distribusi air bersih bisa diperluas.
“Kami berharap ada dukungan dari pemda supaya penyaluran bisa menjangkau lebih banyak wilayah yang membutuhkan,” kata Mulyadi.
Penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan seluruh armada yang tersedia. PDAM Tirta Seko Betua menekankan pentingnya penanganan sejak dini sebelum krisis air benar-benar meluas di Kabupaten Sarolangun.