JAMBI — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Provinsi Jambi tidak hanya mengandalkan patroli darat. Brigjen TNI Nyamin yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Dansatgas langsung meninjau lokasi dari udara guna mengevaluasi efektivitas pemadaman di sejumlah kawasan prioritas.
Dari udara, Danrem mengamati langsung kondisi lahan yang sebelumnya terbakar. Dukungan helikopter water bombing dinilai telah memberikan hasil yang signifikan. Seluruh titik api yang menjadi fokus penanganan dilaporkan telah padam, meskipun tim di lapangan tetap melakukan pemantauan ketat untuk mengantisipasi titik api baru.
“Pagi ini kita melaksanakan patroli udara untuk memastikan lokasi yang sebelumnya terbakar benar-benar telah padam. Kami ingin memastikan penanganan berjalan efektif, sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” ujar Brigjen TNI Nyamin dalam keterangannya, Minggu.
Brigjen Nyamin menekankan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi antara TNI, BPBD, Manggala Agni, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mempercepat setiap respons terhadap kebakaran.
“Kolaborasi seluruh unsur sangat penting agar setiap kejadian dapat direspons secara cepat dan tepat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat segera ditangani,” tegasnya.
Patroli udara ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Satgas Karhutla. Melalui pemantauan langsung dari udara, petugas dapat mengevaluasi kondisi lapangan secara menyeluruh dan menentukan langkah lanjutan jika masih ditemukan potensi kebakaran di wilayah rawan.
Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat deteksi dini, mempercepat respons, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat dari bencana asap selama musim kemarau.
Turut mendampingi Danrem dalam patroli tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah dan Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Korem 042/Gapu beserta unsur terkait lainnya.