Spanyol ke Final Piala Dunia dengan Rekor 37 Laga Tak Terkalahkan, Argentina Jadi Ujian Terakhir

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:36:01 WIB
Spanyol melaju ke final Piala Dunia dengan catatan 37 laga tanpa kekalahan, dan Argentina menjadi ujian terakhir bagi rekor tersebut.

JAMBI — Final Piala Dunia mempertemukan dua kekuatan dengan narasi berbeda: Spanyol yang tak tersentuh kekalahan versus Argentina yang tak pernah tersentuh hasil imbang. Laga di Lusail Iconic Stadium, Minggu (18/12) malam WIB, akan menjadi panggung duel dua rekor mentereng.

Rekor Spanyol: 37 Laga, Tapi Ada Celah

Kemenangan 2-0 atas Prancis di semifinal memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol dalam 90 atau 120 menit menjadi 37 laga. Catatan ini menyamai torehan Italia era Roberto Mancini yang menjuarai Euro 2020.

Namun, ada perbedaan mendasar. Italia benar-benar tak terkalahkan di periode itu. Spanyol justru kalah adu penalti dari Portugal di final Nations League 2025. Secara statistik, kekalahan itu tidak dihitung sebagai "kalah" karena terjadi dari titik putih.

"Kami tidak terlalu memikirkan rekor. Yang penting adalah trofi," ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers jelang final.

Argentina: 14 Kemenangan Beruntun, Mental Juara Dunia

Lionel Messi dkk. datang dengan rekor 14 kemenangan beruntun. Tidak ada hasil seri dalam rentang tersebut. Catatan ini mengesankan, tetapi perlu dicatat: Argentina sudah tiga kali kalah sejak kekalahan terakhir Spanyol pada Maret 2024.

Kekalahan 1-2 dari Arab Saudi di fase grup Piala Dunia 2022 justru menjadi titik balik. Tim asuhan Lionel Scaloni bangkit, menyapu bersih laga-laga berikutnya, dan akhirnya menjadi juara dunia. Mentalitas itu yang membuat mereka berbahaya.

Fabián Ruiz: 49 Laga Tanpa Kalah

Satu pemain Spanyol memiliki catatan individu yang mencengangkan. Gelandang Paris Saint-Germain, Fabián Ruiz, telah membela negaranya sebanyak 49 kali tanpa pernah merasakan kekalahan (tidak termasuk adu penalti).

Meski begitu, Ruiz bukan pemain dengan menit terbanyak di periode ini. Posisi itu ditempati Marc Cucurella, disusul Unai Simón, Aymeric Laporte, Lamine Yamal, dan Mikel Oyarzabal. De la Fuente telah memainkan 62 pemain berbeda dalam 37 laga itu, menunjukkan kedalaman skuad Spanyol.

Pertemuan dengan Tim Elite

Rekor Spanyol bukan dibangun dari laga-laga mudah. Dari 37 pertandingan, 11 di antaranya adalah lawan-lawan berat: Brasil, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Portugal. Kemenangan atas Prancis di semifinal menjadi bukti terbaru.

Satu-satunya kekalahan yang memulai rekor ini adalah hasil 1-0 dari Kolombia di London Stadium, Maret 2024. Kini, Argentina dengan skuad tajam dan momentum sempurna menjadi ujian pamungkas.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top