MUARA BULIAN — Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) BKAD Batang Hari, Bernandus Siagian, mengungkapkan bahwa dari target 300 sertifikat, sebanyak 150 persil tanah sudah rampung. Sertifikat-sertifikat itu telah diserahkan langsung kepada Bupati Batang Hari pada Mei 2026.
BKAD juga telah mengajukan permohonan sertifikasi untuk 113 bidang tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hingga 14 Juli 2026, sebanyak 97 bidang di antaranya telah selesai diukur.
Proses pengukuran masih terus berlangsung di Kecamatan Maro Sebo Ulu. BKAD optimistis seluruh 113 bidang yang diajukan dapat selesai diukur dalam waktu dekat sebelum memasuki tahapan berikutnya.
"Sampai saat ini dari target sekitar 300 sertifikat, sudah terbit 150 persil yang telah diserahkan kepada Bupati pada bulan Mei lalu," ujar Bernandus Siagian di Muara Bulian, Jumat.
Selain itu, BKAD telah menyiapkan berkas baru untuk pengajuan sertifikasi 213 bidang tanah. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 bidang telah melengkapi persyaratan administrasi dan tengah dalam proses penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) di Dinas PUPR.
Bernandus menegaskan, pengajuan ke BPN akan dilakukan secara bertahap tanpa menunggu seluruh berkas rampung. Langkah ini diambil agar proses sertifikasi berjalan lebih cepat.
Sasaran utama sertifikasi tahun ini didominasi oleh aset berupa tanah jalan lingkungan, jalan kabupaten, serta lahan fasilitas umum milik pemerintah daerah. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Batang Hari untuk memberikan kepastian hukum atas aset daerah sekaligus meningkatkan tertib administrasi pengelolaan BMD.