TANJAB BARAT — Audiensi yang berlangsung hangat itu membahas tiga fokus utama: pembinaan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan pemerintahan, pelestarian bahasa daerah, serta penguatan budaya literasi di kalangan pelajar dan masyarakat. Kedua pihak sepakat bahwa sinergi ini menjadi krusial seiring adanya perubahan indikator pengukuran literasi nasional.
Salah satu poin yang mengemuka dalam pertemuan adalah perlunya pembinaan bahasa Indonesia di internal pemkab. Wakil Bupati Katamso menilai penggunaan bahasa baku dan komunikasi efektif di dokumen dinas serta pelayanan publik masih perlu ditingkatkan. Balai Bahasa Provinsi Jambi siap memberikan pendampingan teknis dan pelatihan bagi para pegawai.
Selain bahasa nasional, pelestarian bahasa daerah menjadi perhatian serius dalam audiensi ini. Katamso menyebut bahasa daerah merupakan bagian dari identitas budaya yang harus terus dijaga di tengah arus globalisasi. Balai Bahasa akan mendukung upaya inventarisasi dan dokumentasi kosakata lokal yang masih digunakan oleh masyarakat Tanjab Barat.
"Terima kasih kami sampaikan kepada Balai Bahasa Provinsi Jambi atas kunjungannya. Kami berharap kolaborasi ini mampu memperkuat kualitas literasi masyarakat sekaligus menjaga eksistensi bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya yang harus terus dilestarikan," ujar Katamso.
Perubahan indikator pengukuran literasi menjadi alasan mendesak Pemkab Tanjab Barat mempercepat kerja sama ini. Wakil Bupati secara khusus meminta Balai Bahasa turun langsung memberikan pembinaan kepada masyarakat agar kualitas literasi daerah tidak tertinggal.
"Dengan adanya perubahan indikator pengukuran literasi, kami berharap Balai Bahasa Provinsi Jambi dapat memberikan pembinaan literasi kepada masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat agar kualitas literasi daerah terus meningkat," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi menyambut positif inisiatif tersebut. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk mendukung program kebahasaan dan kesastraan melalui kegiatan edukatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju masyarakat Tanjab Barat yang semakin literat dan berbudaya.