BPJS Ketenagakerjaan Jambi Luncurkan Program PEKA, Bekali 20 Peserta dengan Pelatihan Barista Hingga Menjahit

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 18:23:31 WIB
peserta Program PEKA mengikuti pelatihan keterampilan barista di Kota Jambi.

JAMBI — Santunan kematian, hari tua, atau kehilangan pekerjaan tak lagi hanya berhenti sebagai uang tunai. BPJS Ketenagakerjaan Jambi mengubahnya menjadi modal usaha lewat Program PEKA yang baru saja diluncurkan di Kota Jambi. Sebanyak 20 peserta, terdiri dari enam ahli waris JKM, empat peserta JHT, satu peserta JKK, dan sembilan peserta JKP, langsung mengikuti pelatihan keterampilan.

Pelatihan yang diberikan mencakup tiga bidang yang tengah naik daun di pasar lokal: pengolahan makanan, barista dan konten kreator, serta menjahit. "Melalui program ini kami berupaya memaksimalkan perlindungan bagi tenaga kerja, tidak hanya melalui manfaat santunan, tetapi juga dengan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat pekerja di Kota Jambi," ujar Kepala Kantor Wilayah Sumbagsel BPJS Ketenagakerjaan, Kuncoro Budi Winarno, di lokasi acara.

Modal Usaha dari Santunan

Kuncoro menekankan bahwa santunan yang diterima peserta maupun ahli waris sejatinya bisa menjadi modal membangun usaha, bukan sekadar untuk kebutuhan sesaat. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, menambahkan bahwa pihaknya tengah menyusun skema kerja sama dengan sejumlah organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan agar program ini berkelanjutan.

Hendra mengungkapkan, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, terdapat lebih dari 3.900 pekerja rentan yang sudah terlindungi melalui program Pemerintah Kota Jambi. Pelatihan ini akan didukung oleh anggaran Pemkot Jambi dan Balai Latihan Kerja (BLK). "Program ini ditujukan bagi mereka yang memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang. Harapannya, manfaat uang tunai yang diterima dapat diubah menjadi modal usaha yang produktif," kata Hendra.

Dukungan OJK dan Pemkot Jambi

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, mengapresiasi kolaborasi ini. Ia menilai Program PEKA bisa mendorong inklusi keuangan dan melahirkan pelaku UMKM baru dari kalangan peserta BPJS Ketenagakerjaan. "Kami siap memberikan dukungan selama program ini mampu mendorong inklusi dan akselerasi keuangan bagi masyarakat," ungkapnya.

Staf Ahli Wali Kota Jambi Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Feriadi, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi Pemkot Jambi untuk mendorong kemandirian ekonomi. "Paradigma pemberdayaan harus diarahkan menjadi kemandirian," ujarnya. Ia berharap program ini mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha mikro yang mandiri dan membuka lapangan kerja baru.

Akses Permodalan dari Bank Jambi dan BSI

Selain pelatihan, peserta juga akan mendapatkan pendampingan, pembinaan, hingga akses bantuan permodalan melalui sinergi dengan Bank Jambi dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Pada tahap awal, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan 30 peserta, namun terealisasi 20 orang. Hendra optimistis jumlah peserta akan terus bertambah seiring sosialisasi program ke depan.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: bitnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top