Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp18.063 per Dolar AS, BI Perkuat Intervensi Pasar NDF Offshore

Penulis: Faisal Zuber  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 15:20:32 WIB
Rupiah menguat 5 poin ke posisi Rp18.063 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi.

JAKARTA — Pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis pagi menunjukkan penguatan tipis. Berdasarkan data yang dihimpun, kurs rupiah berada di posisi Rp18.063 per dolar AS, naik 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.068 per dolar AS.

BI Perkuat Intervensi Sejak April 2026

Sentimen positif terhadap rupiah, menurut analis, tidak berasal dari rilis data ekonomi domestik. Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyebutkan bahwa pernyataan Bank Indonesia menjadi katalis utama.

"Sentimen positif datang dari pernyataan Bank Indonesia yang menegaskan telah memperkuat langkah stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) offshore sejak April 2026," ungkap Amru kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

BI juga disebut melakukan pemantauan pasar valuta asing secara berkelanjutan melalui kantor perwakilan di luar negeri. Langkah ini didukung perluasan instrumen operasi moneter yang dinilai memadai untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.

Inflasi AS Melambat, Dolar Tertekan

Dukungan tambahan bagi rupiah datang dari eksternal. Dolar AS melemah setelah rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat yang melambat. Mengutip Anadolu, inflasi tahunan AS pada Juni 2026 tercatat 3,5 persen, lebih rendah dari ekspektasi pasar dan turun dari 4,2 persen pada Mei 2026.

Indeks Harga Konsumen AS bahkan turun 0,4 persen secara bulanan, sementara inflasi inti tak berubah dan melambat menjadi 2,6 persen per tahun. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

"Ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Kondisi tersebut menekan permintaan terhadap dolar AS dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat," kata Amru.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top