MUARA BULIAN — Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, Satpolairud Polres Batang Hari, TNI, dan warga setempat berhasil mengevakuasi jasad Gusti Randa setelah melakukan pencarian selama kurang lebih empat jam. Korban ditemukan pada pukul 00.10 WIB dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi ia dilaporkan tenggelam.
Sekretaris BPBD Kabupaten Batang Hari, Solihin, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari Pemerintah Desa Ture pada Selasa (14/7/2026) malam. "Tim TRC BPBD kita langsung turun setelah mendapatkan laporan," katanya di Muara Bulian, Rabu.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Gusti Randa, warga Desa Ture, Kecamatan Pemayung, mandi di Sungai Batang Hari bersama teman-temannya. Di tengah aktivitasnya, korban diduga mengalami kram dan kelelahan sehingga tidak mampu menyelamatkan diri dari arus sungai.
"Korban diduga mengalami kram saat mandi bersama teman-temannya sehingga tenggelam," jelas Solihin berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan.
Operasi pencarian dimulai pukul 20.30 WIB setelah BPBD menerima laporan dari pemerintah desa. Tim gabungan menyisir sungai menggunakan satu unit perahu politeline, satu unit mobil Traga, serta peralatan selam dan penerangan untuk mempermudah evakuasi di malam hari.
Personel yang dikerahkan meliputi Basarnas, Satpolairud Polres Batang Hari, Polsek Pemayung, Babinsa, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar. Setelah korban ditemukan, jasad langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di RT 05 Desa Ture.
Menyusul kejadian ini, Solihin mengimbau masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di Sungai Batang Hari. Ia meminta warga tidak berenang saat arus sungai sedang deras maupun ketika kondisi tubuh sedang lelah.
"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai," tutupnya.