Bupati M. Syukur mengakui antusiasme masyarakat melampaui ekspektasi. Panitia telah membatasi jumlah peserta, namun warga tetap memadati sisi jalan hingga titik akhir di CFD.
"Ini menunjukkan masyarakat masih sangat mencintai dan melestarikan budayanya. Alhamdulillah, jika kondisi seperti ini terus terjaga, kita tidak akan kehilangan jati diri bangsa. Merangin memang kaya akan budaya," ujar Bupati di hadapan jajaran Forkopimda.
Kirab dilepas langsung oleh Sekda Merangin Zulhifni dari depan Kantor Bupati. Rombongan menyusuri Jalan Jalur Tiga sisi kiri, melewati Kantor Dinas PUPR dan Pengadilan Negeri, sebelum berakhir di CFD.
Bupati hadir bersama perwakilan Gubernur Jambi, Kepala BPSDM Provinsi Jambi H. Mukti, Ketua DPRD Merangin Herman Effendi, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf. Yakhya Wisnu Arianto, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Merangin. Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Merangin H. Arfandi Ibnu Hajar dan Ketua Umum PKJM Amir Ahmad turut mendampingi.
Di panggung kehormatan kawasan CFD, setiap grup kesenian menampilkan atraksi terbaiknya. Sendratari dan reog mendapat sambutan meriah dari ratusan penonton yang memadati lokasi.
Bupati berharap kecintaan terhadap budaya daerah terus diwariskan ke generasi muda. Menurutnya, pelestarian budaya menjadi benteng agar identitas bangsa tidak tergerus pengaruh asing. "Di tengah perkembangan zaman dan teknologi saat ini, kita tidak boleh kehilangan jati diri. Kirab Budaya PKJM ini sungguh luar biasa," tegasnya.