Kemas Arsyad Shomad, Eks Ketua PGRI Jambi yang Relakan Honor Pribadi demi Organisasi Guru

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Senin, 13 Juli 2026 | 17:31:31 WIB
Dr. H. Kemas Arsyad Shomad, mantan Ketua PGRI Provinsi Jambi, saat memimpin rapat organisasi.

JAMBI — Nama Dr. H. Kemas Arsyad Shomad, SH, MH, tidak sekadar tercatat sebagai mantan Ketua PGRI Provinsi Jambi periode 2002-2007 dan 2008-2013. Lebih dari itu, ia disebut-sebut sebagai arsitek transformasi organisasi yang membuat suara guru Jambi tak lagi hanya bergema di ruang rapat tertutup.

Memanfaatkan Media sebagai Alat Perjuangan

Salah satu terobosan yang dikenang dari era kepemimpinan Pak Kemas, sapaan akrabnya, adalah pemberdayaan anggota muda PGRI. Ia tidak hanya menjalankan roda organisasi secara administratif, tetapi juga visioner dalam membaca peluang, termasuk memanfaatkan kekuatan media sebagai alat perjuangan.

Langkah ini secara strategis memperkuat posisi tawar PGRI Jambi dalam memperjuangkan hak-hak guru di ruang publik. Suara organisasi tidak lagi terisolasi, melainkan terdengar jelas dan diperhitungkan oleh para pemangku kepentingan.

Honor Pribadi yang Belum Sempat Dibuka, Langsung untuk PGRI

Namun, yang paling membedakan Pak Kemas dari pemimpin lain adalah sisi kemanusiaan yang menyentuh. Kepeduliannya terhadap PGRI bukan sekadar retorika, melainkan pengorbanan nyata yang jarang diketahui banyak orang.

Dana pribadi yang ia ikhlaskan untuk mengikuti forum-forum organisasi tingkat nasional ternyata bersumber dari honorarium yang diterimanya. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, amplop berisi honor tersebut belum sempat ia buka, namun sudah langsung dialokasikan demi kepentingan perjuangan PGRI.

Keteladanan integritas ini menempatkan kepentingan organisasi jauh di atas kenyamanan pribadi, sebuah sikap yang kian langka ditemukan.

"Banyak Ingin Jadi Pengurus, Sedikit yang Mau Bekerja"

Pak Kemas juga dikenal sebagai seorang realis yang jujur. Ia pernah menegaskan sebuah kebenaran pahit namun penting yang lahir dari pengalaman lapangan: "Banyak yang ingin menjadi pengurus PGRI, tetapi yang mau bekerja itu sangat sedikit."

Pernyataan ini menjadi tamparan halus bagi mereka yang hanya menginginkan gelar tanpa siap menanggung beban amanah. Baginya, menjadi pengurus PGRI adalah tentang kerja keras, bukan sekadar status sosial.

Jejak kepemimpinan yang ia tinggalkan disebut telah membentuk karakter organisasi yang tangguh hingga hari ini, menjadi fondasi bagi PGRI Jambi untuk terus berjuang bagi kesejahteraan para pendidik.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: jambiekspres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top