Rupiah Melemah ke Rp18.090 per Dolar AS, Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak

Penulis: Rizal Hamdani  •  Senin, 13 Juli 2026 | 16:39:31 WIB
Rupiah melemah ke level Rp18.090 per dolar AS pada perdagangan Senin (12/7) dipicu ketegangan Iran-AS di Timur Tengah.

JAKARTA — Rupiah terpantau tertekan di awal pekan. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda melemah 0,14 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp18.065 per dolar AS. Level Rp18.090 menjadi titik terendah dalam beberapa hari terakhir, mendekati batas bawah proyeksi analis.

Konflik Iran-AS Kembali Memanas

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. “Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timteng yang menyebabkan lonjakan pada harga minyak mentah dunia,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Ketegangan regional meningkat drastis setelah Iran mengklaim telah melancarkan serangan ke sejumlah situs militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman pada Minggu (12/7). Aksi itu disebut sebagai balasan atas serangan AS terhadap target-target Iran sebelumnya. Washington membalas dengan melakukan serangan udara di beberapa wilayah selatan Iran pada Senin pagi.

Ledakan di Selatan Iran, Harga Minyak Berpotensi Melonjak

Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan beberapa ledakan terjadi di Bandar Abbas serta di Sirik, Pulau Qeshm, dan Jask—semuanya berada di provinsi Hormozgan. Kantor Berita Mehr juga mengonfirmasi ledakan di kota-kota selatan Bushehr dan Kangan. Provinsi Hormozgan merupakan lokasi strategis Selat Hormuz, jalur transit utama minyak dunia. Gangguan di kawasan ini langsung mendorong harga minyak mentah global naik, yang pada akhirnya membebani nilai tukar negara pengimpor minyak seperti Indonesia.

Data Inflasi AS Jadi Fokus Berikutnya

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menanti data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis besok. Inflasi bulan Juni diperkirakan turun 0,1 persen secara bulanan dan turun dari 4,2 persen menjadi 3,9 persen secara tahunan. Jika data tersebut lebih rendah dari ekspektasi, tekanan terhadap rupiah bisa sedikit mereda dalam jangka pendek.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS sepanjang hari ini. Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah yang masih sangat dinamis.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top