Provinsi Jambi menjadi salah satu wilayah yang menaungi kawasan konservasi terbesar di Indonesia, yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Kawasan ini membentang luas hingga menjangkau tiga provinsi lain di Sumatra.
Sebagai kawasan konservasi daratan terluas di Indonesia, Kerinci Seblat menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa, mulai dari flora langka hingga satwa endemik yang sudah semakin sulit ditemukan di tempat lain.
Berikut fakta seputar luas kawasan, status internasional, dan kekayaan hayati Taman Nasional Kerinci Seblat.
Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki luas mencapai 1.389.509,867 hektare, membentang di empat provinsi Sumatra yaitu Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.
Secara administratif, kawasan ini mencakup 14 kabupaten dan 2 kota yang tersebar di keempat provinsi tersebut, menjadikannya salah satu kawasan konservasi lintas provinsi terbesar di Indonesia.
Skala kawasan yang sangat luas ini menjadikan Kerinci Seblat sebagai rumah bagi berbagai ekosistem, mulai dari hutan hujan dataran rendah hingga hutan pegunungan di ketinggian.
Kawasan ini pertama kali didirikan sebagai calon taman nasional pada tahun 1982, sebelum akhirnya resmi ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1999.
Pengakuan internasional datang pada tahun 2004, ketika UNESCO menetapkan Kerinci Seblat sebagai Situs Warisan Dunia, sebagai bagian dari kawasan Hutan Hujan Tropis Sumatra yang juga mencakup dua taman nasional lain di Sumatra.
Status ini menegaskan pentingnya kawasan ini tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi upaya konservasi keanekaragaman hayati dunia secara lebih luas.
Sekitar 4.000 spesies tumbuhan tumbuh di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, termasuk Rafflesia arnoldii yang dikenal sebagai bunga terbesar di dunia, serta Amorphophallus titanum yang dikenal sebagai bunga tertinggi di dunia.
Kedua spesies bunga langka ini menjadikan Kerinci Seblat sebagai salah satu destinasi penting bagi peneliti maupun pencinta alam yang ingin menyaksikan langsung keunikan flora tropis Sumatra.
Selain dua spesies ikonik tersebut, kawasan ini juga menjadi habitat bagi Taxus sumatrana serta varietas pinus khas Kerinci yang tidak ditemukan di kawasan lain.
Taman Nasional Kerinci Seblat menjadi rumah bagi sejumlah satwa langka dan terancam punah, seperti harimau Sumatera, gajah Sumatera, beruang madu, dan tapir asia.
Keberadaan satwa-satwa besar ini menjadikan kawasan Kerinci Seblat sebagai salah satu benteng konservasi penting bagi kelangsungan spesies-spesies yang populasinya terus menyusut di alam liar Sumatra.
Upaya pelestarian kawasan ini menjadi krusial, mengingat semakin terbatasnya habitat alami yang tersisa bagi satwa-satwa besar tersebut di luar kawasan konservasi.
Informasi wisata dan berita seputar Jambi lainnya bisa dibaca di beranda jambitime.com.