JAMBI — Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Suku Dinas PPAPP Jakarta Utara ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Tema yang diusung adalah memperkuat pemasaran dan tata kelola keuangan menuju usaha berkelanjutan.
Peserta berasal dari Kelurahan Penjaringan, Pademangan Barat, dan Sunter Jaya. Ketiga wilayah tersebut selama ini menjadi fokus pemberdayaan karena tingkat kesejahteraan masyarakatnya relatif lebih rendah dibandingkan dengan beberapa kawasan lain di Jakarta Utara.
Pelatihan menghadirkan dua sesi utama. Sesi pertama bertajuk "Perjalanan Inovasi" dibawakan oleh Muhammad Andre Irawan, pemilik IrawanChips. Ia berbagi pengalaman mengembangkan usaha dari skala kecil melalui inovasi produk dan kemampuan membaca peluang pasar.
Sesi kedua lebih spesifik menyasar pemasaran digital. Harry Wiyanto, dosen Sekolah Tinggi Manajemen Labora, mengajarkan strategi pemasaran lewat TikTok dan Shopee. Peserta dibekali cara membuat konten kreatif hingga teknik meningkatkan penjualan di platform digital yang kini menjadi tulang punggung ekosistem bisnis modern.
Salah satu peserta, Siti Nurhayati, pelaku UMKM asal Kelurahan Penjaringan, mengaku selama ini hanya mengandalkan pelanggan di lingkungan sekitar. Ia mengaku mendapat wawasan baru yang bisa langsung diterapkan.
“Selama ini saya berjualan hanya mengandalkan pelanggan sekitar. Dari pelatihan ini saya jadi memahami bagaimana memanfaatkan TikTok dan Shopee untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Saya juga belajar bahwa inovasi dan kreativitas sangat penting agar usaha bisa terus berkembang,” ujar Siti.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Arya Yusa Dwicandra, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat bukan sekadar bantuan sesaat. Menurutnya, membuka akses terhadap pengetahuan dan keterampilan jauh lebih penting untuk ketahanan ekonomi keluarga.
“Kemiskinan tidak dapat diselesaikan hanya dengan bantuan sesaat. Yang jauh lebih penting adalah membuka akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan peluang ekonomi. Melalui pelatihan ini, Pertamina ingin menghadirkan energi yang memberdayakan,” ujar Arya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Seksi Kesejahteraan Kecamatan Tanjung Priok, Eka, serta Kepala Seksi Kesejahteraan Kelurahan Sunter Jaya, Arif. Kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, dan komunitas ini diharapkan mampu mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 tentang Tanpa Kemiskinan dan poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.