JAMBI — Samoa mengalahkan Inggris 24-6 pada laga penentu Grup A Piala Dunia Rugby Liga Wanita di Wollongong, Jumat, dan memastikan tiket ke semifinal. Kekalahan itu mengakhiri perjalanan Inggris di fase grup, sekaligus menutup kampanye yang sejak awal diarahkan untuk regenerasi menuju 2030.
Laga di Wollongong berjalan berat sejak menit awal. Samoa langsung menekan lewat kecepatan dan kekuatan fisik pemainnya, sementara Inggris bertahan di wilayah sendiri.
Hat-trick Freedom Crichton Ropati Hancurkan Pertahanan Inggris
Winger Parramatta Eels, Freedom Crichton Ropati, mencetak dua try di sudut kanan pada babak pertama. Ia melengkapi hat-trick sebelum turun minum ketika Samoa menguasai hampir seluruh wilayah lapangan.
Tekanan berlanjut usai jeda. Mercedez Taulelei-Siala memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di sisi kiri dan mencetak try tepat setelah babak kedua dimulai, membawa Samoa memimpin 16-0.
Try Evie Cousins Sempat Bangkitkan Inggris
Inggris sempat hidup kembali lewat try Evie Cousins di sudut kiri setelah terobosan Hollie-Mae Dodd. Isabel Rowe menambah dua poin dari konversi, memperkecil jarak.
Pauline Piliae-Rasabale sempat memilih tendangan penalti untuk Samoa, tanda tekanan Inggris memang terasa. Namun momentum itu tidak bertahan lama.
Peluang emas terbuang ketika Fran Goldthorp gagal melepas umpan bersih saat Inggris punya dua pemain bebas di dekat garis try. Kesalahan itu berujung mahal.
Fanua Rimoni Pastikan Tiket Semifinal Samoa
Kegagalan Inggris menemukan touch setelah memenangi penalti dihukum keras. Fanua Rimoni menerobos dan mencetak try kelima Samoa yang mengunci kemenangan 24-6.
Hasil ini membawa Samoa ke semifinal melawan Selandia Baru. Bagi Inggris, kekalahan tersebut menutup jalan setelah empat Piala Dunia beruntun selalu mencapai semifinal.
Skuad Muda Inggris dan Perjudian Stuart Barrow
Pelatih Stuart Barrow membawa 11 pemain berusia 23 tahun ke bawah dalam turnamen ini. Kemenangan 70-6 atas Wales sempat menaikkan ekspektasi, tetapi kekalahan dari Australia Jillaroos dan Samoa memperlihatkan jarak kelas yang masih harus dijembatani.
Laga di Wollongong juga menjadi penutup karier Jodie Cunningham. Pemain 34 tahun itu pensiun setelah 38 caps dan empat Piala Dunia, meninggalkan warisan panjang bagi rugby liga wanita Inggris.
Pertanyaan besar kini mengarah ke 2030: apakah generasi muda Inggris bisa naik kelas, atau tetap tertinggal sebagai pemain paruh waktu di cabang yang bergerak cepat menuju profesional penuh di belahan bumi selatan.