Pencarian

Kabut Asap Reda, Pelajar Muaro Jambi Kembali Belajar Tatap Muka Usai Sebulan Daring

Jumat, 30 Oktober 2026 • 11:31:31 WIB
Kabut Asap Reda, Pelajar Muaro Jambi Kembali Belajar Tatap Muka Usai Sebulan Daring
Siswa SMP Negeri 1 Muaro Jambi kembali mengikuti pembelajaran tatap muka setelah hampir sebulan belajar daring akibat kabut asap.

MUARO JAMBI — Siswa di Kabupaten Muaro Jambi kembali memenuhi ruang kelas setelah hampir sebulan menjalani pembelajaran daring. Salah satunya di SMP Negeri 1 Muaro Jambi, tempat interaksi langsung antara guru dan murid kembali terjalin.

Perbaikan kualitas udara pagi itu menjadi penanda berakhirnya masa belajar dari rumah. Berdasarkan data IQAir, indeks kualitas udara di Muaro Jambi berada pada kategori sedang, jauh lebih baik dibanding beberapa pekan sebelumnya saat polusi asap karhutla menutupi wilayah itu.

Sebulan Belajar dari Rumah

Kegiatan belajar mengajar sempat dialihkan ke sistem daring selama kurang lebih satu bulan. Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengganggu aktivitas sekolah, tetapi juga keseharian warga di kabupaten tersebut.

Kembalinya siswa ke sekolah disambut gembira. M. Alfaris Fakhtatullah Saputra, siswa SMP Negeri 1 Muaro Jambi, mengaku senang bisa belajar tatap muka lagi.

"Kami, siswa-siswi SMP Negeri 1 Muaro Jambi, sangat senang karena telah memasuki sekolah dengan sistem tatap muka kembali. Kami, siswa-siswi SMP Negeri 1 Muaro Jambi telah melakukan kegiatan daring selama kurang lebih satu bulan," katanya.

Alfaris berharap kabut asap tidak kembali muncul sehingga pembelajaran bisa berjalan normal. "Untuk kabut asapnya, semoga tidak ada terjadi lagi kebakaran hutan dan lain-lain yang menyebabkan kabut asap terjadi di Muaro Jambi," ujarnya.

Kegiatan di Luar Ruangan Masih Dibatasi

Pembukaan sekolah tidak serta-merta mengembalikan seluruh aktivitas ke kondisi normal. Pihak sekolah masih mengacu pada Surat Edaran Bupati Muaro Jambi soal antisipasi dampak pencemaran udara.

Pada poin kedua surat edaran itu, kegiatan belajar mengajar di luar ruangan masih dibatasi dan belum sepenuhnya diizinkan. Aturan tersebut berlaku sebagai langkah preventif agar perbaikan kualitas udara tidak membuat kewaspadaan terhadap dampak polusi kendur.

Dengan pembatasan itu, aktivitas siswa untuk sementara terpusat di dalam kelas. Sekolah diminta memantau kondisi udara sebelum memutuskan kegiatan tambahan di luar ruang.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambitv.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks