JAMBI — Sebanyak 110 robot humanoid buatan AgiBot menari serentak di Shandong, China, pada Sabtu (24/10) dan mencetak rekor dunia baru. Perusahaan menggunakan platform "LinkBots" untuk menyelaraskan gerakan setiap unit model A3. Seluruh robot yang tampil diklaim sebagai model produksi massal, bukan unit yang dimodifikasi khusus untuk pertunjukan.
Sinkronisasi Lewat Platform LinkBots
LinkBots menjadi otak di balik koordinasi gerakan 110 robot dalam satu komando. Tanpa platform ini, menyamakan ritme puluhan unit humanoid dalam satu panggung jadi persoalan teknis yang rumit.
Setiap robot yang tampil merupakan model A3, lini produksi AgiBot yang dipakai untuk pertunjukan tersebut.
Bukan Unit Modifikasi
AgiBot menegaskan seluruh unit yang menari adalah model produksi massal. Perusahaan menyatakan robot-robot itu bukan versi khusus yang dimodifikasi demi memenuhi kebutuhan pertunjukan.
Klaim tersebut penting karena menunjukkan kemampuan robot humanoid komersial AgiBot bisa dioperasikan secara serentak dalam jumlah besar tanpa perlakuan khusus.
Rencana Pemanfaatan Pasca-Rekor
Keberhasilan mencetak rekor dunia mendorong AgiBot menempatkan robot humanoidnya di sejumlah sektor. Pelayanan publik, pariwisata, pendidikan, serta penelitian masuk dalam daftar area yang akan dijajaki perusahaan.
Rencana itu mengarahkan robot A3 dari panggung pertunjukan ke penggunaan sehari-hari di ruang publik dan institusi.
Posisi Robot Humanoid China
Pertunjukan 110 robot di Shandong menambah deretan demonstrasi robotika asal China yang menonjolkan skala produksi. AgiBot memilih ajang rekor dunia sebagai panggung untuk memperlihatkan kapasitas manufakturnya.
Bagi pasar robot humanoid global, kemampuan memproduksi unit dalam jumlah besar menjadi pembeda tersendiri dibanding lab riset yang hanya membuat prototipe.
Langkah AgiBot berikutnya adalah membuktikan robot A3 bisa bekerja di layanan publik dan pariwisata, bukan sekadar menari serentak di atas panggung.