MUARO JAMBI — Personel Polwan Polres Muaro Jambi mengambil posisi di sekitar Masjid At-Taqwa Sengeti sejak sebelum azan Jumat berkumandang. Penempatan itu menyasar titik masuk dan keluar masjid yang biasa padat kendaraan pada jam ibadah.
Pengaturan lalu lintas menjadi fokus utama. Petugas mengarahkan kendaraan jemaah yang datang maupun yang hendak melanjutkan perjalanan, supaya tidak terjadi penumpukan di depan masjid.
Mengapa Polwan Diterjunkan ke Depan Masjid
Kehadiran polisi wanita di ruang publik ibadah merupakan bagian dari pola pelayanan humanis yang dijalankan Polres Muaro Jambi. Pendekatan ini menempatkan petugas sebagai pengayom, bukan sekadar penegak aturan.
Selain mengatur arus kendaraan, personel membantu jemaah menyeberang dan mengingatkan pengguna jalan agar memperlambat laju di sekitar masjid. Langkah itu untuk menekan risiko kecelakaan di jalur yang ramai saat Salat Jumat.
Arus Kendaraan di Sekitar Masjid Jadi Sasaran Utama
Kepadatan kendaraan di sekitar Masjid At-Taqwa Sengeti menjadi perhatian karena lokasinya berada di jalur yang dilintasi warga. Tanpa pengaturan, antrean kendaraan jemaah bisa menumpuk dan menghambat pengguna jalan lain.
Petugas membagi diri di beberapa titik, mulai dari mulut jalan menuju masjid hingga area parkir. Pembagian itu membuat arus kendaraan tetap bergerak meski volume jemaah meningkat.
Polres Muaro Jambi menyatakan akan terus mengoptimalkan pelayanan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya. Pengamanan ibadah rutin menjadi salah satu bentuk layanan yang dijalankan secara berkala.
Rasa Aman Jemaah Jadi Tolok Ukur
Kehadiran personel di tengah aktivitas warga diharapkan menciptakan rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Jemaah bisa fokus beribadah tanpa memikirkan kemacetan atau gangguan di luar masjid.
Pola pengamanan serupa disebut akan terus diterapkan pada ibadah Jumat berikutnya. Polres Muaro Jambi menargetkan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah hukumnya, termasuk kawasan Sengeti yang menjadi pusat aktivitas warga.