JAMBI — Wai'anapanapa State Park di Maui, Hawaii, jadi sorotan setelah seorang turis nekat masuk ke area pantai pasir hitam yang sedang ditutup akibat cuaca ekstrem. Taman negara bagian ini berlokasi di kawasan Hana, sekitar 80 kilometer dari Kahului, dan dikenal lewat pasir vulkaniknya yang langka. Pelanggaran tersebut terekam dalam video TikTok yang diunggah 26 September 2026 dan langsung menuai kecaman warganet.
Departemen Pertanahan dan Sumber Daya Alam Hawaii (DLNR) menutup Wai'anapanapa karena hujan deras, angin kencang, potensi banjir bandang, material jatuh, serta gelombang laut berbahaya akibat kondisi badai. Turis bernama Nuri Abdullah melewati gerbang yang sudah dikunci dan dua papan larangan sebelum mencapai garis pantai.
Kronologi Pelanggaran di Wai'anapanapa
Dalam video yang diunggah ke TikTok, Abdullah terlihat melewati papan bertuliskan "BEACH AND HIKING TRAILS CLOSED". Ia kemudian merekam pemandangan pesisir dan bebatuan hitam yang memenuhi pantai.
"Lihat ini? Tebak apa? Saya nggak peduli. Saya tetap mau turun ke sana," katanya dalam video tersebut, dikutip Hawaiinews, Senin (5/10/2026).
Juru bicara DLNR Andrew Laurence menegaskan pelanggaran itu jelas terlihat dari rekaman. Menurutnya, kondisi laut dalam video justru memperlihatkan betapa berbahayanya kawasan tersebut saat itu.
"Dia bisa saja meninggal sebelum ada orang yang sempat datang untuk menolongnya," kata Laurence.
Mengapa Wai'anapanapa Ditutup Total
Penutupan bukan sekadar prosedur cuaca buruk. Wai'anapanapa menyimpan situs bersejarah, pemakaman, serta heiau, tempat yang memiliki nilai spiritual dan budaya bagi masyarakat Hawaii. Warga Hana menilai tindakan Abdullah tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengabaikan kesakralan lokasi.
"Siapa pun yang datang ke tempat itu seharusnya memiliki rasa hormat. Sayangnya, dalam kasus ini terlihat jelas dia ingin mencari perhatian dan melanggar hukum," kata warga Hana, Giselle Davidson.
Ancaman Denda dan Hukuman Penjara
Masuk ke taman negara bagian Hawaii yang sedang ditutup dapat dikenai denda USD 500 hingga USD 2.000 dan hukuman penjara hingga 30 hari. Hingga kini belum diketahui apakah pemerintah setempat akan mengambil tindakan hukum lebih lanjut terhadap Abdullah.
Permintaan Maaf Dua Hari Setelah Viral
Abdullah akhirnya menyampaikan permintaan maaf dua hari setelah videonya ramai. Ia mengaku mengetahui pantai tersebut ditutup, tetapi mengatakan tidak bermaksud merendahkan Hawaii maupun masyarakatnya.
"Saya ingin meluangkan waktu untuk meminta maaf atas video yang belakangan menimbulkan banyak masalah. Kepada masyarakat Hawaii, saya ingin meminta maaf karena tidak menghormati tanah kalian dan mengabaikan tanda larangan," katanya dalam video lanjutan.
Ia menyebut perjalanan tersebut merupakan kunjungan pertamanya ke Hawaii dan mengaku telah menabung sekitar USD 10.000 untuk perjalanan itu.
"Kalian tidak pernah tahu tanah mana yang dianggap sakral. Jadi saya ingin mengatakan kepada semua wisatawan, jangan pergi ke pantai kalau ada tanda bahwa kawasan tersebut ditutup. Hormati tanda-tandanya," ujarnya.
Pelajaran untuk Wisatawan Indonesia
Kasus ini jadi pengingat bahwa tanda larangan di kawasan wisata bukan sekadar formalitas. Beberapa destinasi di Indonesia, seperti kawasan konservasi di Komodo, Gunung Rinjani, atau situs budaya di Bali, juga menerapkan penutupan sementara saat cuaca berbahaya atau saat upacara adat berlangsung.
Sebelum berkunjung, traveler sebaiknya mengecek status resmi kawasan melalui kanal dinas pariwisata atau pengelola taman. Jika menemukan gerbang terkunci atau papan larangan, tidak ada alasan untuk tetap masuk, sekalipun hanya untuk mengambil konten media sosial.