JAMBI — Dua keluhan kesehatan yang kerap dianggap sepele, nyeri tulang belakang dan nyeri perut, menjadi fokus utama media gathering Siloam Hospitals Jambi. Acara ini menghadirkan dokter spesialis ortopedi dr. Husnul Verdian, Sp.OT, dan dokter spesialis bedah dr. Jonathan Alvin Nugraha Halim, M.Biomed., Sp.B, guna meluruskan miskonsepsi yang beredar di masyarakat.
Inda Marbun, Marketing & Sales Development Siloam Hospitals Jambi, menekankan peran strategis media sebagai saluran edukasi kesehatan. "Media menjadi salah satu wadah Siloam Hospitals Jambi untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, terutama dalam pencegahan ataupun penanganan masalah kesehatan yang biasa terjadi yaitu nyeri tulang belakang dan nyeri perut," jelasnya.
Nyeri Tulang Belakang: Jangan Bedrest Total, Justru Harus Tetap Bergerak
dr. Husnul memaparkan bahwa nyeri tulang belakang kini semakin banyak dialami masyarakat akibat gaya hidup dan penggunaan perangkat digital yang tidak ergonomis. Salah satu miskonsepsi yang masih umum adalah perlunya bedrest total saat sakit. "Ada beberapa hal yang saat ini masih menimbulkan kesalahpahaman, salah satunya harus bedrest saat sakit tulang belakang, tetapi lebih tepatnya tetap beraktivitas karena tubuh harus tetap bergerak. Apabila beristirahat total maka otot bisa melemah," tegas dr. Husnul.
Waspadai Tanda Bahaya Nyeri Perut yang Tak Boleh Ditunda
Sementara itu, dr. Jonathan Alvin Nugraha Halim memaparkan sejumlah tanda bahaya yang harus diwaspadai saat nyeri perut terjadi dan membutuhkan penanganan medis segera. Tanda-tanda tersebut meliputi muntah terus-menerus, perdarahan saluran cerna, demam tinggi, kulit menguning, hingga gangguan buang air besar. "Bila gejala-gejala itu datang harus secepatnya dibawa ke Rumah Sakit karena itu menunjukkan keadaan pasien yang cukup serius," katanya.
Operasi Laparoskopi: Sayatan Minim, Pemulihan Lebih Cepat
Dalam kesempatan yang sama, dr. Jonathan memperkenalkan layanan operasi laparoskopi di Siloam Hospitals Jambi, yang diharapkan menjadi alternatif bagi pasien yang membutuhkan tindakan bedah tanpa sayatan besar. Teknik ini hanya membutuhkan sayatan sangat kecil, sehingga luka dan bekas luka pun minim. "Nyeri pasca operasi kecil, pemulihan lebih cepat, dan risiko infeksi lebih kecil," jelasnya.
Media gathering ini menjadi bagian dari komitmen Siloam Hospitals Jambi untuk terus memberikan informasi kesehatan terkini kepada masyarakat. Edukasi semacam ini dinilai penting mengingat masih banyaknya mitos dan penanganan keliru yang justru memperburuk kondisi pasien.