JAMBI — Samsung dikabarkan memangkas produksi TV berbasis Quantum Dot dari sekitar 10 juta unit pada 2025 menjadi hanya 2-3 juta unit pada 2026, turun hingga 80 persen. Laporan media Korea Selatan ETNews menyebut raksasa elektronik itu mengalihkan lini QLED ke TV Mini LED, termasuk mengurangi lini Neo QLED secara bertahap hingga berpotensi dihentikan pada 2028. Langkah ini menandai pergeseran strategi TV premium Samsung di tengah persaingan harga dengan produsen China.
Samsung belum merilis pernyataan resmi soal perubahan strategi produksi ini. Namun laporan industri dari ETNews menyebut pengurangan produksi Quantum Dot bukan berarti Samsung menurunkan total produksi TV secara keseluruhan. Perusahaan justru mengganti sebagian lini QLED dengan TV Mini LED pada segmen tertentu.
Apa Itu Quantum Dot dan Mini LED
Quantum Dot adalah material yang digunakan Samsung pada lini QLED untuk meningkatkan kemampuan reproduksi warna. Teknologi ini sudah menjadi tulang punggung TV LCD premium Samsung selama beberapa tahun terakhir.
Mini LED memakai pendekatan berbeda. Teknologi ini menempatkan LED berukuran lebih kecil dalam jumlah jauh lebih banyak sebagai sumber cahaya latar, sehingga kontrol terhadap pencahayaan menjadi lebih presisi. Hasilnya, tingkat kecerahan dan kontras yang dihasilkan bisa lebih tinggi dibanding QLED konvensional.
Mengapa Samsung Beralih ke Mini LED
Persaingan dengan produsen TV asal China menjadi salah satu pemicu utama. TCL dan Hisense semakin agresif menawarkan TV berbasis Quantum Dot dengan harga lebih murah, menekan margin Samsung di segmen menengah.
ETNews melaporkan sejumlah produk China bahkan memakai material Quantum Dot dalam jumlah sangat sedikit, atau disebut tidak menggunakannya sama sekali, tetapi tetap dipasarkan sebagai TV QD. Kondisi ini membuat Samsung sulit bersaing jika hanya mengandalkan teknologi Quantum Dot sebagai pembeda.
Mini LED memberi Samsung ruang diferensiasi yang lebih jelas. Teknologi ini tidak bergantung pada narasi Quantum Dot yang sudah tercemar klaim pemasaran pesaing.
Neo QLED Ikut Terdampak
Perubahan strategi tidak berhenti di lini QLED. Laporan yang sama menyebut lini Neo QLED akan dikurangi secara bertahap hingga 2027, dengan potensi penghentian mulai 2028.
Perlu dicatat, informasi soal Neo QLED ini masih berasal dari laporan industri dan belum menjadi pengumuman resmi Samsung. Belum ada konfirmasi apakah pengurangan berlaku global atau hanya di pasar tertentu.
Fokus Baru Samsung di TV Premium
Samsung semakin mendorong Mini LED dan teknologi RGB LED sebagai bagian dari strategi TV premiumnya. Pada 2026, Samsung memperluas lini Micro RGB TV ke berbagai ukuran layar.
Lini TV Samsung ke depannya diprediksi semakin banyak menggunakan Mini LED dan teknologi RGB, sementara penggunaan Quantum Dot pada TV LCD mulai dikurangi. Pergeseran ini juga berpotensi memengaruhi harga jual TV Samsung di segmen menengah ke atas.
Dampak ke Pasar Indonesia
Bagi konsumen Indonesia, perubahan ini bisa memengaruhi ketersediaan dan harga TV Samsung QLED di pasaran lokal. Jika produksi global dipangkas, stok model QLED tertentu berpotensi menipis atau harganya naik menjelang 2026.
Sebaliknya, lini Mini LED Samsung berpeluang masuk lebih agresif ke pasar Indonesia sebagai pengganti posisi QLED di segmen premium. Pelaku bisnis ritel elektronik perlu mencermati pergeseran ini untuk menyesuaikan stok dan strategi penjualan.