JAMBI — Musyawarah Cabang I DPC Peradi Jambi menetapkan Dr. Vernandus Hamonangan, S.H., M.H., sebagai ketua untuk lima tahun ke depan secara aklamasi. Tidak ada calon lain yang diajukan dalam forum yang dihadiri anggota Peradi se-Jambi itu. Selain pemilihan, muscab juga membahas arah organisasi di tengah disrupsi teknologi.
Kaderisasi Advokat Jadi Perhatian Utama
Dalam sambutannya, Vernandus menyoroti pentingnya Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) sebagai bagian dari kaderisasi organisasi. Ia mengakui pelaksanaan PKPA pada periode sebelumnya masih perlu ditingkatkan intensitasnya.
“PKPA pada hakikatnya merupakan bagian dari reorganisasi dan pengkaderan. Mudah-mudahan kita ke depan pelaksanaannya bisa lebih intens,” ujarnya di hadapan peserta muscab.
Vernandus menambahkan bahwa regenerasi advokat yang kompeten menjadi kunci menghadapi tantangan profesi ke depan, termasuk adaptasi terhadap kecerdasan buatan yang menjadi tema utama muscab kali ini.
Program Belum Tuntas, Roda Organisasi Tetap Berjalan
Selama masa kepengurusan 2022-2026, Vernandus melaporkan sejumlah program telah berhasil dijalankan, meski beberapa agenda masih tersisa. Laporan pertanggungjawaban disampaikan oleh Ketua Panitia Expardo Sinaga sebelum pemilihan.
“Ini adalah soal tanggung jawab. Organisasi harus dijalankan secara bersama-sama, dan saya berharap estafet kepemimpinan dapat diteruskan dengan baik oleh kepengurusan periode 2026–2030,” kata Vernandus.
DPC Peradi Jambi juga tercatat aktif dalam kegiatan tingkat nasional seperti Rakernas, Rapimnas, hingga Munas yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Nasional Peradi.
AI Bukan Ancaman, tapi Alat Bantu Profesi Advokat
Tema muscab “Beyond Tools” dipilih untuk mendorong advokat tidak hanya memanfaatkan teknologi sebagai alat, tetapi juga memahami implikasinya terhadap etika dan praktik hukum. Vernandus mengajak seluruh anggota memperkuat peran advokat di tengah perkembangan AI.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah berkontribusi dalam setiap kegiatan organisasi,” ucapnya menutup sambutan.
Kepengurusan baru diharapkan dapat melanjutkan program yang belum rampung dan memperluas peran Peradi Jambi dalam pembinaan profesi advokat yang adaptif terhadap perubahan zaman.