JAMBI — Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP Kemendag) pada Jumat (10/7/2026) pukul 16.41 WIB menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi di pasar Jambi. Dari 16 komoditas yang dipantau, hanya minyak goreng sawit curah dan cabai rawit merah yang mengalami kenaikan harga.
Kenaikan Cabai Rawit dan Minyak Curah
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi, melonjak Rp 667 atau 1,26 persen menjadi Rp 53.611 per kilogram. Kenaikan ini berbanding terbalik dengan harga cabai merah keriting yang justru anjlok paling dalam.
Sementara itu, minyak goreng sawit curah naik tipis Rp 25 atau 0,13 persen menjadi Rp 19.162 per liter. Minyakita dan minyak goreng kemasan premium terpantau stabil di angka Rp 15.694 per liter dan Rp 21.303 per liter.
Harga Daging, Bawang, dan Telur Kompak Turun
Tujuh komoditas lainnya tercatat turun. Cabai merah keriting menjadi yang paling terpukul dengan penurunan Rp 1.030 atau 2,77 persen, menjadikan harganya Rp 36.182 per kg. Disusul cabai merah besar yang turun 1,67 persen menjadi Rp 36.381 per kg.
Daging sapi paha belakang juga turun 0,86 persen ke Rp 147.222 per kg. Bawang merah turun 0,68 persen menjadi Rp 31.061 per kg, sementara bawang putih honan turun tipis 0,12 persen ke Rp 37.318 per kg. Telur ayam ras melemah 0,08 persen menjadi Rp 28.041 per kg.
Harga Beras dan Tepung Terigu Masih Stabil
Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga beras premium dan beras medium tidak bergerak, masing-masing di Rp 15.014 per kg dan Rp 13.383 per kg. Daging ayam ras juga bertahan di Rp 36.212 per kg. Gula pasir curah hanya turun 0,03 persen menjadi Rp 17.985 per kg, sementara kedelai impor dan tepung terigu tetap stagnan di Rp 12.508 per kg dan Rp 12.492 per kg.
Fluktuasi harga ini menjadi perhatian bagi ibu rumah tangga dan pedagang di Jambi, terutama menjelang akhir pekan. Pemerintah daerah biasanya mengandalkan data SP2KP Kemendag ini sebagai acuan untuk menggelar operasi pasar jika harga dianggap terlalu tinggi.