JAMBI — SMPN 16 Kota Jambi memulai MPLS dengan penyambutan berbeda di gerbang sekolah. Para siswa baru disambut langsung oleh Kepala Sekolah Bambang Anwar dan pengurus OSIS dengan penerapan budaya 5S: Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun.
"Ramah itu ya kita mulai dari awal dalam perencanaannya dan dalam pelaksanaannya. Kita tentunya dalam pelaksanaannya agar anak-anak merasa nyaman di sekolah," ujar Bambang Anwar, Rabu (8/7/2026).
Larangan Keras: Tanpa Alumni, Tanpa Atribut Merendahkan
Bambang menegaskan, MPLS di SMPN 16 Kota Jambi bebas dari segala bentuk kekerasan fisik maupun psikis. Pihak sekolah tidak melibatkan alumni dalam kegiatan, melarang bullying dan intimidasi, serta tidak memperbolehkan penggunaan atribut yang merendahkan peserta didik baru.
"MPLS Ramah itu kan tentunya untuk membuat anak-anak memasuki lingkungan sekolah yang baru dengan senyaman dan seaman mungkin. Jadi dari kegiatannya sudah dibuatkan panduan rujukannya dari Kementerian," kata Bambang.
Materi Wajib dan Kekhasan Sekolah: Dari 7 Kebiasaan hingga Bahaya Geng Motor
Selama sepekan, siswa baru akan menerima materi yang sudah ditentukan pemerintah, seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Gerakan Indonesia Asri. Sekolah juga menyisipkan program khas Kota Jambi, yakni Program Kota Jambi Bahagia yang fokus pada kebersihan dan keamanan lingkungan.
Tak hanya soal karakter, peserta didik juga diedukasi tentang pengelolaan dan pemilahan sampah. Materi lainnya mencakup bahaya narkoba yang disampaikan Duta Remaja Anti Narkoba, pencegahan perundungan, serta bahaya geng motor, rokok, dan minuman keras.
"Ada beberapa materi wajib dan ada beberapa materi pilihan. Misalnya terkait dengan kekhususan, kekhasan dari sekolah-sekolah," jelas Bambang.
Wadah Bakat: Ekstrakurikuler Jadi Bagian dari MPLS
MPLS di SMPN 16 Kota Jambi juga menjadi ajang pengenalan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah ingin siswa baru langsung mengetahui potensi dan minat yang bisa dikembangkan selama tiga tahun ke depan.
Menurut Bambang, seluruh materi tersebut dirancang agar siswa memiliki karakter yang kuat sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan di lingkungan pergaulan. "Anak-anak harus dibekali sejak awal agar tidak mudah terjerumus ke hal-hal negatif," pungkasnya.