MUARO JAMBI — Lonjakan harga kebutuhan pokok mulai terasa di Pasar Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi. Dalam sepekan terakhir, sejumlah komoditas utama seperti telur ayam, beras, tepung, dan sagu mengalami penyesuaian harga yang cukup memberatkan pedagang dan pembeli.
Sagu Paling Terpukul, Naik Rp 4.000 Per Kilogram
Kenaikan harga terbesar terjadi pada komoditas sagu. Jika pekan sebelumnya masih bertengger di angka Rp 11.000 per kilogram, kini harga sagu melonjak menjadi Rp 15.000 per kilogram. Kenaikan sebesar 36 persen ini langsung terasa di kantong konsumen yang menjadikan sagu sebagai bahan pangan alternatif.
Sementara itu, harga telur ayam yang sebelumnya dijual Rp 44.000 per papan (isi 30 butir) kini naik menjadi Rp 47.000 per papan. Beras premium kemasan 20 kilogram juga tak luput dari tekanan, naik dari kisaran Rp 295.000-Rp 298.000 per karung menjadi Rp 302.000 per karung, tergantung merek. Harga tepung juga tercatat mengalami penyesuaian dibanding pekan sebelumnya.
Biaya Angkut Membengkak Imbas Harga BBM
Harpika, seorang pedagang sembako di Pasar Sengeti, mengungkapkan bahwa kenaikan harga bukan disebabkan oleh kelangkaan stok. Ia memastikan pasokan barang masih aman dan mencukupi kebutuhan warga. "Dalam minggu ini yang naik itu beras, telur, tepung, dan sagu. Untuk stok masih aman, tidak ada kekurangan barang," ujarnya, kemarin.
Menurut Harpika, akar masalahnya ada pada rantai distribusi. Biaya transportasi dari distributor ke pasar meningkat drastis. "Kenaikan ini lebih karena biaya distribusi dan transportasi yang semakin tinggi, sehingga harga dari distributor juga ikut naik," jelasnya.
Ia menambahkan, sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi faktor pemicu. Sementara harga BBM non-subsidi masih relatif tinggi, biaya angkut barang pun ikut membengkak dan pada akhirnya dibebankan ke harga jual di tingkat pedagang.
Harapan Pedagang: Pemerintah Harus Turun Tangan
Kondisi ini membuat para pedagang dan pembeli berharap ada intervensi dari pemerintah daerah. Harpika mendesak agar harga kebutuhan pokok segera dikendalikan sebelum daya beli masyarakat semakin tergerus. "Dengan begitu, daya beli masyarakat tetap terjaga dan beban ekonomi warga tidak semakin berat," tandasnya.
Belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Muaro Jambi terkait kenaikan harga ini. Namun, para pelaku pasar berharap operasi pasar atau subsidi distribusi dapat segera digelar untuk menekan laju inflasi di tingkat konsumen.