MUARA BULIAN — Empat titik longsor melanda wilayah bantaran Sungai Batanghari di Kabupaten Batang Hari, Jambi. Peristiwa ini mengancam sejumlah rumah warga, terutama di Desa Pasar Terusan dan Desa Malapari.
Sekretaris BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan pendataan awal. "Kita sudah turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi daerah longsor tersebut," katanya di Muara Bulian, Rabu.
Satu Rumah di Pasar Terusan Hampir Ambruk Tergerus Longsor
Dari hasil pemantauan sementara, longsor di Desa Pasar Terusan menjadi yang paling kritis. Satu unit rumah warga terancam ambruk karena bagian dapurnya hampir menggantung akibat tergerus material tanah.
Sementara itu, di Desa Malapari, jarak antara titik longsor dengan rumah warga diperkirakan hanya tinggal sekitar lima meter. Kondisi ini membuat warga di dua desa tersebut berada dalam situasi siaga. Adapun longsor di Napal Sisik dilaporkan masih cukup jauh dari permukiman.
Verifikasi Titik Baru di Sungai Rengas dan Risiko Musim Kemarau Basah
BPBD juga tengah memverifikasi laporan adanya titik longsor baru di Desa Sungai Rengas. "Tim kita sedang melakukan verifikasi longsor yang baru terjadi," ujar Sholihin.
Menurut Sholihin, seluruh wilayah di sepanjang aliran Sungai Batanghari memiliki potensi tinggi mengalami longsor. Ia mengingatkan, meskipun saat ini memasuki musim kemarau, intensitas hujan masih cukup tinggi sehingga berpotensi memicu longsor, terutama di daerah tebing sungai.
Langkah Lanjutan: Koordinasi Relokasi dan Verifikasi Balai Wilayah Sungai
Untuk penanganan jangka panjang, BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) setempat. Opsi relokasi bagi rumah-rumah yang berada di lokasi berisiko tinggi tengah dipertimbangkan.
Selain itu, laporan soal longsor ini juga telah disampaikan ke Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS). "Untuk tim BWSS telah turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi," kata Sholihin.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Batanghari agar tetap waspada. "Jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau tebing mulai tergerus, segera laporkan kepada pemerintah desa atau BPBD agar bisa segera ditindaklanjuti," tutupnya.