Pencarian

IPO Proline (PRDL) Kebanjiran 1,25 Juta Investor, Siap Listing 9 Juli dengan Harga Rp120

Selasa, 07 Juli 2026 • 09:36:01 WIB
IPO Proline (PRDL) Kebanjiran 1,25 Juta Investor, Siap Listing 9 Juli dengan Harga Rp120
Proline berhasil menarik lebih dari 1,25 juta investor dalam IPO dengan harga Rp120 per saham.

JAMBI — Proline, emiten baru di bidang alat kesehatan diagnostik, telah menyelesaikan masa penawaran umum yang berlangsung sejak 1 Juli 2026. Perseroan menerbitkan 522,9 juta saham baru, setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan harga patokan Rp120 per saham.

Minat Investor Melonjak, Proses Penjatahan Berlangsung Hari Ini

Jumlah investor yang berpartisipasi mencapai lebih dari 1,25 juta SID, sebuah angka yang tergolong tinggi untuk IPO di sektor kesehatan. Tingginya permintaan ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis diagnostik di Indonesia.

Proses penjatahan efek akan dilakukan pada hari yang sama dengan penutupan offering, yaitu Selasa (7/7/2026). Sementara itu, distribusi saham kepada investor yang kebagian jatah dijadwalkan pada Rabu (8/7/2026), sehari sebelum saham resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

PER 8,61 Kali: Valuasi Kompetitif di Tengah Industri Kesehatan

Dengan harga final Rp120 per saham, valuasi Proline terbilang kompetitif. Price earning ratio (PER) IPO tercatat 8,61 kali, lebih rendah dibandingkan rata-rata saham di industri kesehatan yang diperdagangkan di bursa.

Angka ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari eksposur ke sektor alat kesehatan dengan valuasi yang tidak terlalu mahal. Perseroan akan menggunakan dana hasil IPO untuk pengembangan usaha dan memperkuat posisi di pasar alat kesehatan diagnostik nasional.

Jadwal Pencatatan dan Penggunaan Dana IPO

Proline dijadwalkan mencatatkan sahamnya di BEI pada 9 Juli 2026. Seluruh dana yang terkumpul dari penawaran umum akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi bisnis, termasuk pengembangan kapasitas produksi dan jaringan distribusi.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat pangsa pasar di tengah meningkatnya kebutuhan layanan diagnostik di Indonesia. Sebagai anak usaha PRDA, Proline diharapkan dapat memanfaatkan sinergi dengan induk usaha untuk mempercepat pertumbuhan.

Investasi mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks