Pencarian

AJI Jambi dan WWF Indonesia Paparkan Hasil Restorasi 163 Hektare di Tebo, Petani Jadi Subjek Utama

Sabtu, 27 Juni 2026 • 18:45:01 WIB
AJI Jambi dan WWF Indonesia Paparkan Hasil Restorasi 163 Hektare di Tebo, Petani Jadi Subjek Utama
Petani di Tebo aktif terlibat dalam restorasi 163 hektare lahan bersama WWF Indonesia dan AJI Jambi.

TEBO — Suang Sitanggang, anggota AJI Jambi yang turun langsung melakukan peliputan, memaparkan temuan lapangan dari sudut pandang jurnalis. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi aspek paling menonjol dalam program restorasi yang dijalankan WWF Indonesia bersama kelompok tani setempat.

"Dari sejumlah pemberitaan dan hasil pengamatan di lapangan, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi subjek utama yang terlibat sejak penyediaan bibit, penanaman hingga perawatan tanaman," ujar Suang dalam kegiatan tersebut, Kamis pekan lalu.

30 Ribu Bibit Ditanam, Kopi Robusta Jadi Andalan

Program restorasi ini mencakup area sekitar 163 hektare di Bentang Alam Bukit Tigapuluh. Sebanyak lebih dari 30 ribu bibit telah ditanam, terdiri dari tanaman kehutanan, tanaman buah, hingga komoditas produktif seperti kopi robusta.

Menurut Suang, pelibatan masyarakat sejak tahap awal membuat petani memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap tanaman. Hal itu terlihat dari tingginya komitmen mereka dalam menjaga dan merawat tanaman agar tetap tumbuh dengan baik.

"Petani memiliki harapan bahwa tanaman yang mereka tanam hari ini akan menjadi sumber penghasilan di masa mendatang. Karena itu mereka memiliki tanggung jawab moral untuk merawatnya," katanya.

Tantangan di Lapangan: Hama Hingga Banjir

Meski berjalan positif, Suang mengungkapkan sejumlah tantangan masih ditemukan di lapangan. Serangan hama, banjir, serta faktor teknis budidaya menyebabkan tidak seluruh tanaman dapat tumbuh optimal.

Kegiatan ini dihadiri petani peserta program, organisasi non-pemerintah (NGO), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), PT Alam Bukit Tigapuluh, serta pemerintah daerah.

BKSDA: Tata Kelola Bersama Kunci Perlindungan Gajah Sumatera

Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko menegaskan pentingnya membangun tata kelola bersama dalam pengelolaan Bentang Alam Bukit Tigapuluh. Kawasan ini merupakan salah satu habitat penting gajah Sumatera di Jambi dan melibatkan banyak pihak—pemerintah, masyarakat, perusahaan, NGO, hingga pengelola kawasan hutan.

Pemutaran film tentang restorasi berbasis masyarakat turut menjadi bagian dari acara, memberikan gambaran visual tentang proses dan dampak program bagi warga setempat.

Bagikan
Sumber: jambiindependent.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks