JAMBI — Rangkaian Hari Raya Galungan bagi umat Hindu di Jambi memasuki puncaknya dengan persembahyangan Hari Raya Kuningan. Perayaan yang digelar di Pura Jambi pada Sabtu (27/6) ini diikuti oleh puluhan hingga ratusan umat dari berbagai daerah di sekitar kota.
Hari Raya Kuningan merupakan momen penting dalam kalender keagamaan Hindu. Perayaan ini menandai berakhirnya rangkaian upacara Galungan yang telah berlangsung sebelumnya.
Apa Makna Hari Raya Kuningan bagi Umat Hindu?
Secara spiritual, Hari Raya Kuningan dimaknai sebagai hari kemenangan kebaikan (dharma) melawan kejahatan (adharma). Umat Hindu percaya bahwa pada hari ini para leluhur dan dewa-dewi turun ke bumi untuk memberikan berkah.
Prosesi persembahyangan berlangsung dengan khusyuk. Para pemedek mengenakan pakaian adat khas Bali, lengkap dengan sesajen dan banten yang telah disiapkan sebelumnya.
Suasana di Pura Jambi Saat Perayaan
Pantauan di lokasi, persembahyangan dimulai sejak pagi hari. Umat berdatangan secara bergelombang, ada yang datang sendiri maupun bersama keluarga.
Pura Jambi menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi komunitas Hindu di provinsi ini. Tidak hanya warga lokal, beberapa umat dari kabupaten tetangga juga turut hadir.
Meski bahan berita tidak menyebutkan angka pasti jumlah peserta, suasana terlihat ramai namun tetap tertib. Panitia menyiapkan area parkir dan tempat ibadah yang memadai.
Rangkaian Galungan dan Kuningan
Hari Raya Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan perhitungan kalender Bali. Setelah Galungan, umat Hindu merayakan Kuningan sepuluh hari kemudian.
Kedua hari raya ini memiliki keterkaitan erat. Galungan dimaknai sebagai hari kemenangan, sementara Kuningan menjadi puncak dari seluruh rangkaian upacara.
Perayaan di Jambi tahun ini berlangsung tanpa hambatan berarti. Umat berharap keberkahan dan kedamaian selalu menyertai kehidupan mereka sehari-hari.