KOTA JAMBI — Sebanyak 5.000 mitra telah bergabung di ekosistem Parto.id dengan perputaran uang mencapai Rp400 miliar setiap tahunnya. Potensi inilah yang kini dibidik untuk mendukung ekonomi warga binaan dan mantan narapidana di Jambi.
Digitalisasi Produk Lapas dan Akses Permodalan
Pimpinan Parto.id Iksan Setiabudi mengatakan pihaknya akan memberikan akses pasar seluas-luasnya bagi produk yang dihasilkan WBP dan eks narapidana. "Kami akan memberikan akses pasar yang seluas-luasnya, melalui permodalan dengan mitra kami seperti Bank Jambi dan Bank Himbara," ujarnya.
Menurut Iksan, seluruh produk UMKM baik perorangan maupun badan usaha saat ini wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Dengan mengantongi NIB, pelaku usaha bisa membuka akses pasar secara lebih luas. "Kita bantu digitalisasi, bantu perizinan supaya bisa terlaksana. Ini harus dimanfaatkan, karena transaksi kita hampir Rp400 miliar melalui layanan ini," jelasnya.
Produk WBP Dinilai Mampu Bersaing di Pasaran
Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar menyampaikan kerja sama ini merupakan implementasi program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam memasarkan produk karya warga binaan. "Kerja sama dengan Parto.id ini untuk menciptakan pasar digital, karena eranya sudah digital," jelas Irwan.
Irwan menilai produk karya warga binaan yang dihasilkan di lapas Jambi cukup baik dan mampu bersaing. Kerja sama ini sekaligus untuk memacu kreasi warga binaan agar setelah bebas nanti mereka bisa melanjutkan usaha yang telah dirintis selama menjalani masa hukuman.
11 Pelaku Usaha Klien Pemasyarakatan Diundang Ikut Program
Dalam kesempatan yang sama, Kanwil Ditjenpas Jambi mengundang 11 pelaku usaha klien pemasyarakatan untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang melalui program bisnis ruang digital. "Harapannya kerja sama ini tidak hanya menjual, tetapi bagaimana mendorong mendapatkan permodalan produk karya napi," tutup Irwan.