Pencarian

Momen Haru di Wisuda PKP Al-Hidayah Jambi: Mantan Santri Era 90-an yang Sukses di Mekkah Janjikan Umrah Gratis untuk Penghafal 30 Juz

Sabtu, 20 Juni 2026 • 21:56:31 WIB
Momen Haru di Wisuda PKP Al-Hidayah Jambi: Mantan Santri Era 90-an yang Sukses di Mekkah Janjikan Umrah Gratis untuk Penghafal 30 Juz
Hj. Ernawati berjanji mengumrahkan santri penghafal 30 juz pada acara wisuda PKP Al-Hidayah Jambi.

JAMBI — Suasana haru sekaligus penuh semangat membalut acara wisuda di Pondok Karya Pembangunan (PKP) Al-Hidayah Pemprov Jambi. Momen puncak terjadi saat Hj. Ernawati, Ketua Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Jambi yang baru dilantik, berdiri di atas panggung dan berjanji akan mengumrahkan santri yang hafal 30 juz.

Janji Besar dari Pengusaha Mekkah: Umrah Gratis untuk Hafidz 30 Juz

“Tahun depan yang bisa sampai 30 juz, berapa pun orangnya, saya umrahkan! Janji ya,” ujar Ernawati dengan suara lantang yang langsung disambut gemuruh takbir dan tepuk tangan dari seluruh hadirin. Ia mengapresiasi capaian santri yang saat ini telah menghafal hingga 12 juz, dan menargetkan lompatan besar pada tahun ajaran mendatang.

Ernawati bukan sekadar tokoh daerah. Ia adalah pemilik travel umroh besar di Mekkah dan memiliki aset di Kairo, Mesir. Janji ini menjadi puncak dari rangkaian acara wisuda yang dihadiri Asisten 1 mewakili Gubernur Jambi, perwakilan Wali Kota, Danrem, dan jajaran Polda Jambi.

Napak Tilas 20 Tahun: Dari Krisis Air Bersih Hingga Infrastruktur Modern

Kepulangan Ernawati ke almamaternya setelah hampir dua dekade menjadi momen emosional tersendiri. “Begitu masuk ke sini, sampai saya duduk, itu berlinang air mata saja. Karena napak tilas perjuangan yang dulu itu masih teringat semua,” kenangnya dengan suara bergetar.

Ia membawa cerita masa lalu yang kontras dengan kondisi pondok saat ini. Di era 1990-an, para santri harus berjuang keras untuk mendapatkan air bersih. “Kami harus rela bangun pukul 02.00 dini hari untuk mengambil air ke sumur di bagian bawah pondok. Air yang didapatkan pun sering kali berwarna hitam dan berlumpur,” katanya. Dari 150 santri yang masuk, hanya sekitar 50 hingga 70 orang yang bertahan hingga lulus karena kondisi sulit tersebut.

Modal Global: Bahasa Asing dan Kemandirian Ekonomi Santri

Tak hanya soal hafalan, Ernawati menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab dan Inggris sebagai modal bersaing di tingkat global. Ia bahkan menyatakan kesiapannya memfasilitasi tempat tinggal sementara bagi alumni PKP Al-Hidayah yang ingin melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo.

Sebagai pebisnis, ia juga menyoroti produk ekonomi kreatif buatan santri seperti makanan, teh, dan sabun yang dipamerkan saat acara. Menurutnya, pondok pesantren modern harus mandiri dengan mengembangkan unit bisnis berbasis UMKM agar tidak terus bergantung pada pemerintah daerah. “Pondok hari ini harus punya usaha sendiri,” tegasnya.

Komitmen ISMI Jambi: Beasiswa dan Jaringan Bisnis untuk Alumni

Di akhir sambutannya, Ernawati yang baru dilantik sebagai Ketua ISMI Jambi periode 2026–2030 menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan PKP Al-Hidayah. Kolaborasi itu mencakup penyaluran beasiswa, pengembangan jaringan bisnis, hingga pemasaran produk UMKM santri.

Ia juga menitipkan pesan spiritual berdasarkan Surah At-Talaq ayat 2-3 tentang pentingnya ketakwaan dan tawakal dalam dunia usaha, serta senantiasa mengharapkan rida orang tua. “Jangan pernah lupakan jasa orang tua dan guru,” pesannya di hadapan para wisudawan.

Bagikan
Sumber: wartapendidikan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks