JAMBI — Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memastikan pemerintah kota tidak akan membiarkan warganya tinggal di reruntuhan. Ia menjanjikan bantuan material untuk membangun kembali rumah Suyatno yang rata dengan tanah di RT 17, Kelurahan Paal Merah.
"Untuk pembangunan kembali rumah ini, ada tim yang akan menghitung estimasi biayanya. Nanti akan kami undang lagi ke kantor untuk penyerahan bantuan material. Proses pembangunannya akan kita lakukan secara gotong royong bersama warga sekitar," ujar Maulana saat meninjau lokasi, Sabtu (20/6/2026).
Bantuan Tanggap Darurat Langsung Diserahkan
Sebelum menjanjikan bantuan lanjutan, Pemkot Jambi dan Baznas Kota Jambi telah menyerahkan bantuan tanggap darurat. Suyatno menerima uang tunai Rp2 juta yang bersumber dari program “Jambi Kota Peduli”, ditambah perlengkapan harian dan sembako.
"Hari ini kami hadir untuk menyaksikan langsung kondisi rumah Bapak Suyatno yang memang sudah roboh dan rata dengan tanah, sekaligus memberikan bantuan tanggap darurat," kata Maulana di lokasi kejadian.
Subuh Keliling Jadi Wadah Serap Aspirasi Warga
Kunjungan ke rumah Suyatno merupakan rangkaian dari agenda Subuh Keliling (Suling) Wali Kota. Sebelumnya, Maulana menunaikan salat Subuh berjamaah dan membagikan paket bansos di Masjid Baitul Muchlisin, masih di Kelurahan Paal Merah.
Maulana menjelaskan program Suling bukan sekadar seremoni keagamaan. Pemerintah memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi langsung dengan warga dan menyosialisasikan program unggulan seperti Kampung Bahagia serta optimalisasi OPBM (Organisasi Pengelola Kebersihan Masyarakat).
"Kita menjemput berkah mulai dari salat subuh berjamaah, mendengarkan tausiah, hingga berdiskusi mengenai program Kota Jambi Bahagia demi menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman," terangnya.
Sinergi Ulama, Umaroh, dan Tokoh Masyarakat
Wali Kota berharap melalui pendekatan langsung seperti Suling, visi pembangunan Kota Jambi untuk lima tahun ke depan yang lebih harmonis dan sejahtera bisa terwujud. Ia menekankan sinergi antara ulama, umaroh (pemerintah), dan tokoh masyarakat sebagai kunci utama.
Aksi nyata di Paal Merah ini sekaligus menegaskan posisi Pemkot Jambi sebagai pelayan masyarakat yang responsif dan solutif, tidak hanya duduk di balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan saat warganya membutuhkan uluran tangan. (ris)