JAMBI — Kylian Mbappe kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di dunia. Pada Piala Dunia 2022 lalu, pemain Real Madrid itu membuka turnamen dengan dua gol ke gawang Senegal, sekaligus melesat ke puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis dengan torehan 58 gol. Gol spektakulernya dari jarak jauh membuatnya melewati catatan Olivier Giroud dan menyamai koleksi 14 gol Gerd Muller di Piala Dunia.
Giroud: Mbappe Sudah Spesial sejak Usia 18 Tahun
Kemitraan Giroud dan Mbappe di lini depan Prancis menjadi salah satu kunci sukses La Les Bleus di Piala Dunia 2018. Saat itu, Mbappe masih berusia 18 tahun ketika pertama kali bergabung dengan skuad senior.
"Saat Kylian tiba di timnas, usianya baru 18 tahun. Seluruh skuad langsung paham sejak awal bahwa kami memiliki pemain hebat," ujar Giroud kepada FourFourTwo. "Dia memiliki segalanya yang dibutuhkan penyerang top: kecepatan, skill, dan kedewasaan yang luar biasa untuk seusianya. Saya sangat terkesan dengan kepribadiannya. Cara dia berbicara dengan media, dengan rekan setim—dia selalu sopan dan percaya diri."
Dampak Langsung di Turnamen Perdana
Mbappe mencetak empat gol sepanjang turnamen 2018, termasuk satu gol di partai final melawan Kroasia. Pada usia 19 tahun, ia menjadi pencetak gol termuda di final Piala Dunia sejak Pele pada 1958. Giroud, yang saat itu menjadi tandemnya di lini depan, mengakui bahwa dampak Mbappe terhadap tim sangat besar.
"Dia memberikan dampak yang sangat besar bagi tim pada musim panas itu. Kami semua sangat bangga," kenang Giroud. "Di final melawan Kroasia, dia menjadi penentu. Anda bisa melihat potensi besarnya."
Chemistry Sempurna di Lini Depan
Giroud menambahkan bahwa bermain bersama Mbappe terasa mudah sejak awal karena kecerdasan taktis pemain berusia 25 tahun itu. "Dia memahami permainan saya, apa yang saya tawarkan sebagai target man, dan membawa kecepatan serta pergerakan untuk melengkapi itu. Kami saling mendukung—kami selalu tahu di mana posisi satu sama lain di lapangan," jelasnya.
Pada laga pembuka Piala Dunia 2018 melawan Australia, Mbappe dan Ousmane Dembele sama-sama menjadi starter. Namun, setelah kemenangan tipis, pelatih Didier Deschamps mempertahankan Mbappe dan memasukkan Giroud sebagai starter untuk sisa turnamen. Dembele hanya bermain dua menit di fase gugur, sementara Mbappe bersinar dengan dua gol ke gawang Argentina di babak 16 besar.
Rekor demi Rekor Terus Dipecahkan
Gol Mbappe ke gawang Peru di Piala Dunia 2018 menjadi gol pertamanya di ajang tersebut. Kini, dengan 14 gol di Piala Dunia, ia sejajar dengan legenda Jerman Gerd Muller. Torehan 58 golnya untuk Prancis juga menjadi bukti konsistensi sang penyerang sejak menembus tim senior delapan tahun lalu.
Bagi Giroud, tidak ada keraguan bahwa Mbappe akan terus mencetak rekor baru. "Dari turnamen pertamanya, bakat Kylian sudah sangat jelas. Dia memiliki dampak yang begitu besar pada tim," pungkas Giroud.