JAMBI — Gubernur Jambi yang juga Ketua Satgas Karhutla Jambi, Al Haris, memimpin langsung apel gelar pasukan siaga darurat karhutla di Makorem 042/Garuda Putih Jambi pada Rabu. Dalam apel tersebut, ia bersama Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin dan Kapolda Jambi memeriksa kesiapan peralatan pemadaman serta kendaraan operasional yang akan digunakan di lapangan. Setelah apel, personel langsung disebar ke titik-titik rawan untuk memperkuat pencegahan.
Pos Bukan Sekadar Pemadam, tapi Garda Terdepan Pencegahan
Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin yang juga menjabat Ketua Harian Satgas Karhutla Jambi menegaskan bahwa fungsi utama 82 pos tersebut bukan hanya pemadaman. "Pos-pos ini bukan hanya untuk pemadaman. Fungsi utamanya pencegahan. Personel akan rutin patroli, sosialisasi ke masyarakat, dan memastikan tidak ada aktivitas pembakaran lahan," katanya.
Menurut Nyamin, keberadaan pos di lapangan menjadi kunci untuk memotong rantai penyebaran api. Dengan pos yang aktif, jarak tempuh ke lokasi kebakaran menjadi lebih singkat sehingga pemadaman bisa dilakukan sebelum api meluas. Setiap pos dilengkapi peralatan dasar seperti pompa punggung, selang, mesin pompa air, serta kendaraan roda dua dan roda empat untuk mobilitas cepat.
Luas Lahan Terbakar 2025 Capai 1.247 Hektare
Data Satgas Karhutla Jambi mencatat, luas lahan yang terbakar pada 2025 mencapai 1.247 hektare. Angka ini menjadi dasar bagi pemerintah provinsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan tahun ini. Status Siaga Darurat Karhutla telah ditetapkan menyusul prediksi BMKG bahwa puncak musim kemarau di Jambi akan berlangsung dari Juni hingga September 2026.
"Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau yang akan masuk dalam waktu dekat ini," ujar Nyamin. Ia menambahkan, personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta instansi terkait akan bersiaga penuh selama musim kemarau untuk memastikan respons cepat jika ditemukan titik api.