BANGKO — Gelombang kelangkaan oli mesin menerpa bengkel-bengkel di Kota Bangko, Kabupaten Merangin. Kondisi ini berlangsung sejak sepekan terakhir dan membuat harga berbagai merek oli meroket, mulai dari produk Pertamina hingga merek global seperti Shell dan Castrol.
Harga Oli Pertamina Tembus Rp65 Ribu per Botol
Fery, pemilik bengkel di kawasan Dusun Bangko, dekat Kodim 0420/Bangko, mengaku kesulitan mendapatkan stok. Ia mengatakan, oli Pertamina Enduro dan Mesran susah didapat. Jika pun ada, harganya sudah naik drastis.
"Sudah beberapa hari ini oli Pertamina Enduro dan Mesran susah masuk. Kalau pun ada, harganya naik Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per botol. Merek lain kayak Shell, Castrol, Yamalube juga ikut naik dan barangnya terbatas," kata Fery, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Fery, harga normal oli Pertamina Enduro ukuran 1 liter biasanya Rp48 ribu. Kini, di tingkat agen, harganya sudah tembus Rp65 ribu. Kenaikan ini langsung berdampak pada biaya operasional bengkel.
Pelanggan Protes, Bengkel Terjepit
Kenaikan harga di tingkat agen membuat Fery dan pemilik bengkel lain tidak punya pilihan selain menaikkan tarif ganti oli ke konsumen. Langkah ini langsung menuai protes.
"Pelanggan banyak yang protes. Katanya kemahalan. Padahal kami juga beli mahal dari sales. Stoknya juga dijatah," ujar Fery.
Keluhan serupa datang dari bengkel lain di Jalan Jenderal Sudirman, Bangko. Selain harga yang melambung, pasokan yang tidak menentu membuat antrean kendaraan yang hendak ganti oli semakin menumpuk.
Gangguan Distribusi dari Jambi Diduga Jadi Biang Kerok
Hingga saat ini, penyebab pasti kelangkaan belum diketahui secara resmi. Namun, para pemilik bengkel menduga ada gangguan pada rantai distribusi dari agen ke pengecer, terutama menjelang akhir bulan.
"Kata sales, barang dari Jambi telat. Gudangnya kosong. Tapi nggak dijelasin kenapa," tambah Fery.
Belum ada keterangan resmi dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Merangin terkait kelangkaan dan lonjakan harga ini.
Omzet Bengkel Terancam Jika Pasokan Tak Pulih
Para pemilik bengkel khawatir jika kondisi ini berlarut-larut, omzet mereka bisa turun drastis. Kekhawatiran itu muncul karena banyak konsumen memilih menunda servis kendaraan akibat tingginya biaya ganti oli.
Mereka berharap ada intervensi dari pemerintah daerah atau Pertamina untuk menstabilkan pasokan dan harga di tingkat konsumen di Bangko.