TANJUNG JABUNG BARAT — Aksi penghijauan itu digelar sejak pukul 08.00 WIB oleh Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi bersama Polres Tanjung Jabung Barat. Tidak hanya personel kepolisian, kegiatan ini juga melibatkan TNI, pemerintah daerah, Bhayangkari, dan masyarakat setempat.
Penanaman mangrove dan penebaran bibit ikan dilakukan sebagai upaya menjaga ekosistem perairan serta meningkatkan populasi ikan di kawasan pesisir Tanjab Barat. Kawasan ini selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan abrasi yang membutuhkan rehabilitasi hutan bakau.
Sinergi TNI-Polri dan Warga Jaga Ekosistem Pesisir
Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Dirpolairud Polda Jambi Kombes Pol. Dhovan Oktaviantoni, Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol. Jimmy Christian Samma, Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Maulia Kuswicaksono, Dandim 0419/Tanjab, serta Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jambi tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir dan ekosistem perairan,” ujar Erlan Munaji.
Manfaat Jangka Panjang bagi Masyarakat Pesisir
Erlan menambahkan bahwa penanaman mangrove dan penebaran bibit ikan diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga pesisir. Selain mencegah abrasi, hutan mangrove juga menjadi habitat alami berbagai biota laut yang menopang mata pencaharian nelayan setempat.
“Kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan demi generasi mendatang,” katanya.
Polda Jambi berencana melanjutkan program sosial dan pelestarian lingkungan secara berkala sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Langkah ini sekaligus memperkuat peran kepolisian di luar tugas utama penegakan hukum.