KOTA JAMBI — Operasi penggeledahan di Lapas Kelas IIA Jambi pada Senin malam lalu bukan sekadar rutinitas. Petugas gabungan menemukan puluhan barang yang seharusnya tidak boleh berada di dalam sel hunian warga binaan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, mengungkapkan total barang sitaan mencapai 50 buah dari 15 jenis yang berbeda. "Penggeledahan rutin maupun insidentil seperti ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mewujudkan lapas bersih pungutan liar, penggunaan gawai dan narkoba di seluruh lapas," katanya di Kota Jambi, Selasa.
Apa Saja Barang yang Disita?
Barang-barang yang disita tergolong beragam dan sebagian besar merupakan benda sehari-hari yang bisa disalahgunakan. Berikut rincian temuan petugas:
- Belasan korek api
- Kartu domino
- Botol air besi dan botol parfum
- Alat cukur, sikat gigi, sendok gunting
- Kipas angin hingga kabel terminal listrik
Seluruh barang hasil penggeledahan langsung diamankan, didata sebagai barang sitaan, dan akan dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Modus Sembunyi di Lokasi Sulit Dijangkau
Meski razia berlangsung tertib tanpa gangguan keamanan berarti, petugas mengakui masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah upaya warga binaan menyembunyikan barang terlarang di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
Keterbatasan alat deteksi juga menjadi hambatan dalam proses penggeledahan. Untuk mengatasinya, Kanwil Ditjenpas Jambi berencana meningkatkan intensitas razia rutin maupun dadakan, termasuk mengusulkan penambahan alat pendeteksi serta memperketat pengawasan petugas jaga.
Langkah Selanjutnya: Perketat Pengawasan dan Deteksi Dini
Irwan menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari penguatan deteksi dini dan sinergi dengan aparat penegak hukum. "Ini bentuk komitmen kami dalam mewujudkan lapas bersih dari praktik ilegal dan barang-barang berbahaya," jelasnya.
Ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan frekuensi penggeledahan demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Razia serupa akan kembali digelar secara mendadak dalam waktu dekat.