MUARA BULIAN — SMPN 12 Kota Jambi sukses mengunci gelar juara Jambi School Football League (JSFL) tingkat provinsi setelah menundukkan MTsN 1 Sarolangun dengan skor 2-0. Laga final yang digelar di Alun-alun Kabupaten Batang Hari, Senin, itu menjadi panggung bagi talenta muda sepak bola pelajar se-Jambi untuk unjuk kemampuan.
Final Bukan Sekadar Pertandingan, Tapi Sekolah Mental
Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief yang turun langsung menyaksikan pertandingan menilai kompetisi ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar olahraga. Menurutnya, tekanan bertanding, rasa kecewa saat kalah, hingga euforia kemenangan adalah pelajaran berharga yang tidak bisa diajarkan di ruang kelas.
"Di dalam pertandingan ini mental mereka diasah, bagaimana menghadapi tekanan, bagaimana bangkit ketika sedih atau kalah," kata Fadhil.
Ia mencontohkan momen emosional yang terlihat di lapangan. Beberapa pemain menangis karena kecewa, namun justru di situlah proses pembelajaran paling nyata terjadi. "Yang penting bagaimana mereka bisa bangkit kembali," ujarnya.
Dukungan Orang Tua dan Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci
Fadhil menekankan bahwa pembinaan atlet usia dini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga agar bibit-bibit pesepak bola Jambi bisa terawat dengan baik.
"Dukungan orang tua dan seluruh pihak memiliki peran penting," tegas bupati. Menurutnya, tanpa kolaborasi yang solid, potensi besar yang dimiliki pelajar Jambi bisa terhambat.
Target Jambi Lahirkan Pemain Nasional dari Ajang JSFL
Ke depan, Fadhil berharap JSFL tidak berhenti sebagai turnamen tahunan. Ia ingin kompetisi ini menjadi batu loncatan bagi pemain berbakat dari Provinsi Jambi untuk menembus level nasional.
"Untuk ke depannya Jambi dapat melahirkan pemain nasional Indonesia yang membanggakan keluarga, daerah, provinsi hingga negara," tutupnya.
JSFL sendiri merupakan ajang liga sepak bola antar-sekolah yang digagas untuk menjaring bibit muda sejak dini. Dengan final yang berlangsung meriah di pusat kota, turnamen ini diharapkan terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.