JAKARTA — Derby Paris yang digelar di Stade Jean Bouin, Senin (18/5) dini hari WIB, berakhir dengan kejutan. PSG yang sudah mengunci gelar juara harus mengakui keunggulan Paris FC dengan skor 1-2. Gol semata wayang PSG dicetak Bradley Barcola pada menit ke-50, namun dua gol Alimany Gory pada menit ke-76 dan 90+4' membalikkan keadaan.
Dominasi Penguasaan Bola Tak Cukup bagi PSG
Sepanjang laga, PSG mendominasi penguasaan bola. Namun, pertahanan disiplin Paris FC membuat serangan anak asuh Luis Enrique mandul. Statistik mencatat, PSG hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran selama 90 menit.
Gol pembuka Barcola lahir dari operan matang Fabian Ruiz. Tendangan melengkung pemain muda Prancis itu tak mampu dijangkau kiper Paris FC dan membawa PSG unggul 1-0 pada babak kedua.
Dua Gol Gory Hancurkan Pesta Juara PSG
Tertinggal satu gol, Paris FC keluar menekan. Efektivitas serangan balik menjadi senjata utama mereka. Peluang pertama datang pada menit ke-76 melalui sepakan keras Pierre Lees-Melou yang membentur badan Gory dan mengubah arah bola, mengecoh kiper PSG. Skor berubah 1-1.
Petaka bagi PSG datang di masa injury time. Serangan balik kilat yang dimotori Luca Koleosho berujung umpan silang manis ke mulut gawang. Alimany Gory, yang sudah mencetak satu gol, menyambarnya dengan sundulan ke gawang kosong. Gol kedua Gory memastikan kemenangan 2-1 Paris FC.
Kekalahan Tak Berarti, Tapi Menyisakan Pekerjaan Rumah
Hasil ini sama sekali tidak memengaruhi posisi PSG di puncak klasemen. Dengan koleksi 76 poin, mereka sudah memastikan gelar juara jauh-jauh hari. Di sisi lain, kemenangan ini mengantar Paris FC finis di peringkat ke-11 dengan raihan 44 poin.
Meski demikian, kekalahan dari rival sekota tetap menjadi noda. Bagi Luis Enrique, laga ini menjadi alarm soal efektivitas serangan dan kerapuhan lini belakang, terutama dalam menghadapi serangan balik cepat. Pekerjaan rumah ini harus segera dibenahi jika PSG ingin tampil kompetitif di kompetisi Eropa musim depan.