MERANGIN — Ibu Tumirah, 85 tahun, menjadi jamaah tertua dalam rombongan haji Kabupaten Merangin tahun ini. Keberangkatannya bersama 387 jamaah lainnya dilepas langsung oleh Bupati Merangin, M. Syukur, di Masjid Baitul Makmur pada Senin (11/5) subuh.
Rombongan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Sebanyak 279 jamaah masuk Kloter 19, sementara 109 jamaah lainnya tergabung dalam Kloter 23. Dari total tersebut, 169 jamaah adalah laki-laki dan 219 perempuan.
Panggilan Suci di Usia Senja
Bupati M. Syukur menyebut Ibu Tumirah sebagai inspirasi bagi jamaah lain. Keteguhan fisiknya di usia 85 tahun menjadi bukti bahwa panggilan haji tidak mengenal usia.
Dalam sambutannya, bupati menekankan bahwa keberangkatan ini bukan sekadar soal kemampuan finansial. "Ada yang menabung dari hasil celengan, dari bulanan, bahkan harian. Tidak semua orang mendapat kesempatan seperti ini," ujarnya di hadapan para jamaah yang tampak berkaca-kaca.
Ribuan Keluarga dan Pejabat Hadir
Suasana haru menyelimuti area masjid. Ribuan keluarga jamaah memadati lokasi sejak dini hari, meski hujan mengguyur. Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, serta jajaran pimpinan DPRD dan kepala OPD turut hadir dalam prosesi pelepasan.
Bupati menambahkan, banyak jamaah yang telah menunggu belasan tahun untuk sampai ke titik ini. "Ada yang sudah berpuluh-puluh tahun, bahkan di atas 10 hingga 15 tahun menanti. Ada orang yang hidupnya pas-pasan, ia kumpulkan uangnya dari tabungan gaji atau hasil pertanian, dan akhirnya bisa berangkat," katanya.
Doa untuk Haji Mabrur
Pemerintah Kabupaten Merangin mendoakan seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kekuatan selama menjalankan ibadah. Mereka diharapkan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Prosesi pelepasan ini menjadi tradisi tahunan yang dinanti warga Merangin. Tahun ini, keberangkatan berlangsung lancar meski cuaca kurang bersahabat sejak subuh.