JAMBI — Keikutsertaan GSI di ISS 2026 menandai langkah berbeda dari pendekatan sosialisasi energi yang biasanya berlangsung di forum teknis. Ajang yang dibuka langsung Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir itu identik dengan ekosistem olahraga, bukan sektor energi.
Di sana, GSI menyiapkan sejumlah kegiatan: booth edukasi, mini podcast, permainan interaktif, hingga sesi bersama sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia. Kombinasi ini mempertemukan dua dunia yang jarang bertemu dalam satu panggung.
Sepak bola dinilai punya daya jangkau luas, bisa dinikmati berbagai kelompok usia, dan mampu menyatukan masyarakat. Karakter itu yang membuat GSI memilihnya ketimbang forum formal.
"GSI ingin membawa edukasi panas bumi keluar dari ruang-ruang teknis dan mendekatkannya kepada masyarakat. Melalui sepak bola, pesan mengenai energi bersih, lingkungan, kesehatan, disiplin, dan masa depan generasi muda dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami," ujar Ketua Geothermal Soccer Indonesia, Carson Hakama.
Pendekatan ini tidak dimaksudkan menggantikan sosialisasi teknis atau dialog langsung dengan warga. GSI memposisikan olahraga sebagai pintu masuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan partisipatif.
Menurut GSI, pengembangan panas bumi tidak hanya bergantung pada investasi, teknologi, dan kepastian regulasi. Pemahaman, kepercayaan, serta keterlibatan masyarakat disebut sama pentingnya.
Karena itu, informasi soal manfaat panas bumi perlu disampaikan dengan bahasa sederhana lewat kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bukan lewat istilah teknis yang sulit dicerna publik awam.
Keikutsertaan GSI di ISS 2026 juga membawa semangat mendukung Visi Panas Bumi 30.1. Visi itu menargetkan Indonesia menjadi produsen energi panas bumi nomor satu dunia pada 2030.
Pencapaian target tersebut dinilai tidak hanya bergantung pada penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Ada faktor lain yang sama krusial: penerimaan publik terhadap energi bersih itu sendiri.
ISS 2026 sendiri berlangsung tiga hari di JCC, Jakarta. Kehadiran GSI menjadi salah satu penanda bahwa isu energi hijau mulai masuk ke ruang yang selama ini identik dengan prestasi dan industri olahraga.