Karhutla di Bungo Meluas, 236 Hotspot Terdeteksi dan 17 Hektare Lahan Terbakar Sepanjang Musim Kemarau

Penulis: Ahmad Syukri  •  Senin, 07 September 2026 | 19:46:01 WIB
Petugas Satgas Karhutla berupaya memadamkan api di lahan yang terbakar di Kabupaten Bungo, Senin (7/9).

BUNGO — Luas lahan terbakar di Kabupaten Bungo bertambah signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kepala BPBD dan Kesbangpol Kabupaten Bungo, Zainadi, menyebut angka tersebut naik dari 14 hektare menjadi mendekati 17 hektare hingga awal September 2026.

“Jika sebelumnya luas lahan terbakar berada di angka 14 hektare, dalam beberapa hari terakhir angkanya sudah mendekati 17 hektare. Kebakaran ini terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bungo,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (7/9).

Lonjakan Hotspot Sepanjang Agustus-September

Data yang dirujuk merupakan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi. Akumulasi 236 hotspot itu terakumulasi dari dua bulan terakhir.

Sepanjang Agustus 2026, tercatat 115 titik panas. Memasuki September 2026, BMKG mendeteksi tambahan 25 titik panas baru yang menyebar di wilayah Kabupaten Bungo.

Kendala di Lapangan: Selang Air Tak Cukup Menjangkau Titik Api

Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Bungo masih berstatus siaga penuh. Petugas terus bersiaga di posko utama untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala teknis yang cukup berat. Keterbatasan jangkauan selang air menjadi masalah utama ketika titik api berada jauh di dalam area lahan.

“Ada kendala teknis di lapangan. Petugas kesulitan menjangkau titik api yang berada jauh di dalam lahan karena panjang selang air terbatas. Akibatnya, pemadaman terpaksa dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya,” ungkap Zainadi.

Imbauan untuk Warga: Jangan Bakar Lahan

Kondisi lahan yang sangat kering membuat api mudah menyebar. Zainadi mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi cuaca yang kering sangat rentan memicu kebakaran,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bungo berharap partisipasi aktif warga dapat menekan risiko karhutla yang berpotensi semakin meluas selama musim kemarau masih berlangsung.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top